Selama 20 tahun lebih berkiprah di dunia akting tentu Henidar telah banyak mengecap asam garam kehidupan industri film nasional. “Banyak enaknya dan juga tidaknya,” kata Henidar. Tidak enaknya, kata dia, main film di Indonesia susah dari pilih-pilih peran dan kepercayaan dari orang.
“Aku kan konotasinya antagonis tapi karena aku pikir punya seribu karakter, seribu wajah, aku rasa aku bisa jadi ibu guru, dosen, pelacur, penyanyi keroncong, karena akting itu darah saya,” ujarnya. Henidar juga menyebut apresiasi masyarakat Indonesia terhadap film yang belum maksimal menjadi salah satu tidak enaknya main film di Indonesia.
Seperti rencananya untuk membuat film berbudget rendah tapi berkualitas tidak mendapatkan dukungan karena kental idealisme. “Jadi orang takut patungan,” keluhnya. “Padahal film tidak hanya sebagai hiburan saja tetapi harus ada makna. Memang film ini susah untuk dicerna, perlu konsentrasi yang baik,” sambungnya.
Tapi Henidar tak berputus asa, bahkan dia berencana kelar produksi, film yang judulnya masih dirahasiakan ini akan dibawa Henidar ke beberapa ajang festival, antara lain di Singapura dan beberapa festival film di Eropa. (kpl/ant)

Gary Barlow
Mark Owen
Howard Donald
Robbie Williams
Jason Orange










