Pereli Prancis itu unggul dua menit 33,2 detik dari pereli Subaru Chris Atkinson dari Australia, sehingga tampil sebagai pemenang untuk keempat kalinya secara berurutan.
Pereli dari Spanyol, Daniel Sordo, di tempat ketiga, terpaut satu menit 31,5 detik dari pereli di depannya bersama Citroen yang digenjotnya.
Loeb naik ke urutan pertama Jumat ketika pimpinan reli dari tim Ford, Mikko Hirvonen, menabrak batu. Hirvonen Sabtu berada di urutan ke-25 dan akhirnya berada di tangga kelima.
Loeb berhasil melewati perlombaan berat dalam dua hari berikutnya, sampai akhirnya memenangi perlombaan dan menempati urutan teratas klasemen sementara peraihan angka dengan beda lima poin dari Hirvonen.
Setelah membukukan kemenangan ke-39 dalam karirnya, juara dunia empat kali itu mengatakan kondisi lintasan di Provinsi Cordoba merupakan yang paling sulit bila dibandingkan dengan tempat lain.
"Saya suka kondisi sulit tetapi saya kira ini merupakan yang tersulit yang saya lakoni," katanya dalam situs resmi wrc.com.
"Kondisi lintasan paling parah hari ini, apalagi kondisi cuaca pun tidak membantu. Jalanannya seperti habis disiram hujan sepanjang hari, dengan adanya kabut dan lumpur, jalanan menjadi licin," katanya.
"Di beberapa tempat bahkan sangat sukar untuk membuat kendaraan tetap berada di lintasan. Kami sudah merasakan kabut, hujan dan lumpur dalam reli lainnya pun, dan kami berhasil memilih ban yang pas untuk melewatinya," ujarnya.
Pereli Subaru, Petter Solberg dari Norwegia, mengawali perlombaan hari terakhir dengan berada di urutan kedua, namun harapannya kandas pada lintasan awal karena mengalami masalah listrik yang membuat mobilnya tidak dapat melanjutkan perlombaan. (*/cax)