
"Hari ini yang lapor sudah lima orang. Meski kantor kami terbakar, tapi kami tetap bekerja," ujar Kak Seto, saat menggelar preskon, Senin (30/3) siang.
Menurut pengakuan Kak Seto, kantor terbakar sekitar jam 2.30 dini hari. Ada petugas komnas yang tinggal di sini dan mengetahui kejadian tersebut. Seto menilai, kejadian ini akibat maraknya kasus yang sedang ditangani komnas anak, salah satunya susu yang mengandung sakazakii dan larangan iklan rokok. "Sekarang kasus yang ditangani komnas sedang naik daun, yakni susu anak dan iklan rokok. Saya kira, ada faktor kesengajaan dalam musibah ini," terangnya.
Dijelaskan Seto, kerugian yang ditimbulkan akibat kebakaran senilai 2 milyar. Termasuk berkas surat berjumlah 3200 lembar. Kasus kebakaran sekarang ditangani pihak kepolisian dari sektor Pasar Rebo. Polri sedang meneliti akibat kejadian dan baru diketahui minggu depan.
"Sekarang sedang dilakukan penelitian oleh pihak lab polri. Minggu depan baru diketahui. Saya harapkan masyarakat mau tetap peduli dengan komnas anak," ujar Kak Seto, didampingi Sabam Sirait. (kpl/iin)
Lihat Profil: Seto Mulyadi