
Namun siapa sangka bahwa alat komunikasi canggih yang bernama ponsel ternyata memiliki bahaya lebih besar dari merokok. Setidaknya itulah yang dikemukakan oleh Vini Khurana seorang ahli bedah saraf terkemuka dari rumah sakit Canberra Australia.
Menurut Dr. Khurana, dalam waktu 4 tahun ke depan, dampak dari ponsel terhadap otak baru akan kelihatan. Radiasi yang ditimbulkan oleh ponsel ini dapat menyebabkan tumor otak yang berakibat kematian. Dari data, penderita tumor otak yang berhasil selamat hanyalah sedikit bila dibanding yang berakhir dengan kematian.
Sampai saat ini ada sekurangnya 8 penelitian klinis yang dilakukan secara terpisah membuktikan adanya hubungan antara tumor otak dan penggunaan ponsel ini. Penggunaan bluetooth hands-free pun ternyata malah memperbesar resiko tumor ini. Menggunakan bluetooth hands-free ini sama saja dengan menjadikan kepala sebagai antena penerima gelombang. (tec/roc)

Riri Riza
Jonathan Mulia
Nicholas Saputra
Thomas Nawilis
Lukman Sardi


