Ia mengatakan, penyesuaian akhir tersebut dibuat sesuai dengan sejumlah faktor eksternal terhadap perekonomian China.
"Mengingat ekonomi dunia melambat lebih cepat dalam dua bulan, maka situasi tersebut memberikan dampak negatif bagi pertumbuhan ekspor China," katanya seperti dikutip Xinhua.
Bank Dunia juga mengkaitkan adanya revisi prakiraan pertumbuhan dunia pada Februari dengan melambatnya faktor eksternal.
Kuijs mengatakan, dirinya masih optimistis mengenai kondisi perekonomian lokal China dan tetap percaya mengenai harapan menguatnya investasi dan konsumsi di pasar domestik.
Laporan akhir Bank Dunia menyebutkan, walaupun pertumbuhan impor Amerika Serikat melemah dan meningkatnya kesulitan di pasar finansial global, China diperkirakan tetap menunjukkan penguatan investasi domestik serta pertumbuhan konsumsi.
Prakiraan akhir menunjukkan pertumbuhan ekonomi China mencapai angka 11,4 % tahun 2007, tercatat merupakan tertinggi dalam 13 tahun terakhir dan juga merupakan tahun kelima dengan pertumbuhan mencapai dua digit.
"Melemahnya perekonomian Amerika Serikat, seperti halnya berdampak pada ekonomi dunia, meningkatkan sejumlah harga internasional untuk energi, bahan baku industri dan produk pertanian, sehingga menyebabkan terjadinya inflasi tinggi yang merupakan tantangan utama dihadapi perekonomian China," kata Kuijs.
Laporan Bank Dunia itu mengatakan, pertumbuhan negara-negara di Asia Timur akan turun sekitar satu hingga dua persen menjadi 8,5 % selama 2008, sebagai akibat dari kondisi keuangan Amerika Serikat serta sebagai hasil melemahnya ekonomi global.
Perekonomian di wilayah itu, seperti di China, Indonesia, dan Malaysia, dilaporkan mencapai 10,2 % tahun 2007, tertinggi dalam satu dekade.
Sesuai laporan Bank Dunia itu, Asia Timur, terutama China, telah meningkat menjadi sebuah "kutub pertumbuhan" di ekonomi dunia, yang bertindak sebagai penyeimbang berat melemahnya perekonomian negara industri.
"Secara keseluruhan pertumbuhan masih tetap sehat di seluruh wilayah Asia Timur dan Pasifik," sebut laporan Bank Dunia itu. (*/rsd)