Manajer tim Aisan, Mitsuteru Tanaka yang melalui penerjemah Nana Watarai di Surabaya, Selasa mengatakan, pihaknya ingin merebut nomor satu, karena tahun lalu hanya mengantar satu pembalap di posisi kelima GC. Pembalap yang dimaksud adalah Takumi Beppu.
"Kami menilai kunci kemenangan ada di etape keempat yang akan menempuh medan tanjakan dari Batu menuju Tosari, Pasuruan. Etape keempat ini diharapkan bisa menjadi kunci merebut yellow jersey yang tahun ini kemungkinan jatuh ke pembalap lain. Masalahnya juara bertahan Bjorn Glassner dari Greeenfield Fresh Milk urung berpatisipasi," katanya.
Manajer yang akrab dipanggil Joni itu mengaku senang dengan dilombakannya etape maut tersebut. Pada etape ini menempuh medan ketinggian setinggi 1800 m di atas permukaan laut (dpl), hanya sepanjang 30 km menjelang finis.
"Kami lebih senang bertarung di medan tanjakan," lanjutnya pendek.
Padahal di medan tanjakan terdapat beberapa tim asal Iran yang dikenal tangguh sebagai pembalap climber. Hal ini tidak dibantah Joni, dan mengakui akan tercipta persaingan ketat antara pembalapnya dan pembalap asal Iran.
Sedangkan tim asal Australia Drapac Porsche memandang realistis ajang yang pertama diikuti ini. Tim yang berseragam merah-merah itu ingin meraih hasil yang terbaik selama ajang ini berlangsung 2-6 April mendatang.
Satu tim asal Australia Drapac Porsche mengaku tidak terlalu berambisi menjadi yang terbaik. The Tasmanian memiliki progres menjanjikan sebelum datang mengikuti TdEJ.
Salah satu pembalapnya Mitchell Docker menempati posisi kelima GC by time pada Le Tour de Langkawi, hanya berselisih 0,56" dari juara. Ini merupakan ancaman bagi seluruh tim, karena LTdL dikenal sebagai balapan terkeras dan tersulit di daratan Asia.
"Kami tidak ingin terlalu berambisi, namun tim ini ingin melakukan hal yang terbaik," kata Mark O`Brien.
Dia menjelaskan, timnya memiliki tiga climber yang sudah teruji. Selain Docker, dia sendiri dan Dean Windsor juga dikenal sebagai jago tanjakan. (*/rsd)