Tiga tim lokal yakni Polygon Sweet Nice (PSN), Jatim Track Team (JTT), dan CCN Dodol Picnic Garut tidak terlalu membidik di etape pertama, karena etape pertama ini diakui hanya ajang pengintaian lawan sambil pemanasan dan biasanya nomor kriterium dengan medan flat (datar) ini milik sprinter.
Direktur PSN Harijanto Tjondrokusomo di Surabaya, Selasa mengatakan pihaknya akan menerapkan strategi wait and see sambil mengintai untuk mengunci pembalap utama lawan. "Kami tidak ingin terlibat, apalagi larut dalam pertempuran di medan flat, karena kami ingin menyimpan tenaga," katanya.
Ia menjelaskan, lima pembalapnya dipersiapkan mengikuti pertempuran sesungguhnya pada etape keempat, Sabtu (5/4) yang menempuh rute Batu-Tosari sejauh 113,1 km, yang bermedan tanjakan.
Sementara itu, pelatih JTT Sukarman mengharapkan anak asuhnya diharapkan bisa mengambil stage dari empat rute kriterium yang dilombakan. Namun, ia mengakui cukup berat, karena kemampuan anak asuhnya masih labil, namun peak performance mereka mulai meningkat.
"Kami tidak ingin pesimis, tapi berharap bisa memanfaatkan kesempatan," kata Sukarman.
Ia menilai tim Drapac Australia, Skil Shimano Belanda, Aisan Jepang, L2A Malaysia, dan Giant Taiwan merupakan tim yang diperkuat pembalap tangguh, terutama bertarung di medan datar (flat).
Namun demikian, Sukarman mengatakan tim-nya yang disiapkan mengikuti PON XVII/2008 di Kaltim di nomor track itu tidak memikirkan "order" beregu.
Pihaknya menetapkan Ferinanto bisa bertarung dengan sprinter-sprinter internasional. "Ferinanto menjadi target untuk bisa bertarung dengan pembalap lain. Sedangkan, Kaswanto dan Robert Wijaya saya harapkan bisa mendukung," katanya.
Sementara itu, satu tim lokal lainnya, CCN Dodol Picnic saat dijumpai di Jombang mengakui tidak memiliki target berlebihan. "Kami baru membentuk tim, dan belum memungkinkan untuk meraih hasil terbaik. Sementara pembalap kami tergolong baru dan belum memikirkan target," kata pelatih sekaligus manajer Puspita Mustika Adya.
Kelima pembalap yang dibawa rata-rata pembalap baru. Sedangkan, satu pembalapnya, Timus Scholz adalah stayer atau pembalap track. Namun demikian, pada etape pertama ini, Puspita setuju tidak ingin terlalu terseret dalam pertempuran di medan flat.
Tour de East Java 2008 diikuti 16 tim asing, dan enam tim lokal (Indonesia). Mereka akan berlomba dalam lima etape.
Etape I (2/4) nomor kriterium di Jombang sejauh 108 km, etape II (3/4) kriterium di Blitar 138 km, etape III (4/4) kriterium di Batu sejauh 126 km, etape IV road race dari Batu-Tosari Pasuruan sejauh 113,1 km dan etape V (6/4) kriterium di Surabaya sejauh 52,5 km. (*/rsd)