< >

Bos F1, Max Mosley Hadapi Tuntutan Mundur

Rabu, 02 April 2008 08:15
Kapanlagi.com - Max Mosley menghadapi tuntutan pengunduran diri Selasa, setelah adanya tuduhan di surat kabar akhir pekan ini bahwa ketua badan pengelola Formula Satu (F1) itu ambil bagian dalam pesta gaya Nazy dengan para pelacur.

Surat kabar the Times mengatakan dalam kolom pemimpin bahwa Mosley harus mengundurkan diri, sementara juara dunia 1979 dari Ferrari, Jody Scheckter, menyatakan berita itu sebagai usaha bersama media untuk memaksa orang Inggris itu mundur.

"Tidak ada dalam benak saya bahwa Mosley mestinya mundur," kata Scheckter yang berasal dari Afrika Selatan itu kepada surat kabar The Guardian.

"Dari sudut pandang balapan motor, Anda tidak dapat mempunyai seseorang yang suka mengelola olahraga tersebut," katanya.

The Times mengatakan Mosley mempunyai hak yang sama dengan lainnya mengenai fantasinya, tetapi masalah apakah ia akan terus dapat memimpin Federasi Automobil Internasional (FIA) telah menjadi masalah moral dan bukan masalah hukum.

"Ia mestinya mengundurkan diri," demikian kesimpulan surat kabar itu.

Komentar Ecclestone

Bos komersial F1, Bernie Ecclestone mengatakan kepada the Times bahwa akan lebih baik bagi Mosley untuk tidak menghadiri Grand Prix Bahrain hari Minggu.

"Ia mestinya tidak pergi, bukan?," katanya.

Tabloid The News of the World di halaman mukanya hari Minggu menyiarkan foto-foto seorang pria yang mereka identifikasikan sebagai Mosley.

Mosley tidak memberi komentar dan FIA mengatakan hari Minggu bahwa pengacaranya sudah menghubungi surat kabar itu. Video yang dikirimkan ke the News of the World Web sites (nowt.co.uk) tidak lagi bisa diakses.

Seorang juru bicara FIA tidak dapat menegaskan rencana Mosley.

"Kami memahami bahwa Mosley akan tetap pada jadwal semuanya ialah mengunjungi grand prix itu, tetapi saya tidak tahu rencananya sekarang ini," kata seorang juru bicara FIA.

Ecclestone, yang bertanggung jawab bidang komersial F1, sementara Mosley mengawasi pengelolaan FIA, mengatakan para penguasa bahrain tidak akan menyambut kehadiran Mosley.

"Mereka tidak akan menyukainya," katanya.

Tetapi, orang Inggris berusia 77 tahun itu, yang bvekerjasama secara erat dengan Mosley selama bebrapa dasawarsa, mengatakanh ia tidak akan menuntut pengunduran diri rekan senegaranya itu.

"Apa yang mesti dilakukan Max ialah apa yang ia pikir benar, karena hanya dialah yang terlibat, bukan FIA," kata Acclestone. "Ia harus melakukan apa yang ia yakini, di hatinya, merupakan hal yang benar," katanya.

Ecclestone konotasi Nazi menjadikan insiden tersebut lebih serius. Mendiang ayah Mosley, Oswald adalah pendiri Uni Fasis Inggris sebelum perang. (*/rsd)