Kelangkaan Elpiji Tak Berarti Pertamina Bakal Naikkan Harga

Kapanlagi.com - Kelangkaan gas isi 12 kilogram beserta tabungnya belakangan ini lebih disebabkan karena terjadinya peralihan konsumen yang semula membeli gas isi 50 kg ke 12 kg, bukan karena akan ada kenaikan harga gas.

"Pertamina tidak memiliki rencana menaikkan harga gas elpiji, baik tabung berisi tiga kilogram maupun 12 kilogram," kata Deputi Direktur Pemasaran Pertamina Hanung Budya usai sosialisasi dan pencanangan distribusi minyak tanah bersubsidi sistem tertutup dengan penggunaan kartu kendali di Semarang, Rabu.

Ia menegaskan, saat ini stok gas secara nasional masih mencukupi, sekitar 77.000 ton, sedangkan kebutuhan setiap hari sekitar 4.000 ton sehingga stok tersebut sebenarnya bisa memenuhi kebutuhan dalam beberapa hari.

"Kelangkaan gas ini murni akibat terjadi peralihan," katanya. Peralihan konsumen yang semula membeli gas isi 50 kg ke 12 kg didorong adanya perbedaan harga. Harga gas elpiji isi 50 kg Rp7.932/kg, sedangkan isi 12 kg dan 3 kg hanya Rp4.250 karena mendapat subsidi Pertamina dan pemerintah.

Menteri Energi Sumber Daya Mineral Purnomo Yusgiantoro di tempat sama mengatakan, stok gas dan bahan bakar minyak (BBM) hingga saat ini cukup. Ia memberi patokan, untuk BBM stoknya bisa memenuhi kebutuhan hingga 20 hari, sedangkan gas tujuh hari.

Menteri ESDM di Semarang mencanangkan penggunaan kartu kendali pembelian minyak tanah di Jateng. Sosialisasi ini akan dilanjutkan di sejumlah daerah lain di Jawa dan Bali.

Kebijakan ini diharapkan bisa menghilangkan penyalahgunaan minyak tanah bersubsidi karena selama ini banyak minyak tanah bersubsidi jatuh ke tangan orang yang sebenarnya tidak berhak menerima minyak tanah bersubsidi. (*/lin)

©2003-2007 KapanLagi.com