"Penurunan tarif tidak akan diikuti dengan penurunan layanan, justru sebaliknya, kita menjamin kualitas layanan terus kita tingkatkan," kata Vice President (VP) Telkomsel Area III Jawa Bali, Irfandi Firmansyah, di Surabaya, Rabu.
Telkomsel terkait dengan pemenuhan aturan (comply) terhadap aturan pemerintah sejalan dengan diimplementasikannya tarif interkoneksi dan formulanya, telah melakukan perubahan tarif layanan per 1 April 2008.
Tarif-tarif layanan Telkomsel mulai 1 April 2008 mengalami penurunan antara 50-70% dari tarif sebelumnya. Tarif merupakan gabungan dari network service cost, retail service activity cost, dan contribution margin.
Contohnya tarif pengiriman Short Message Service (SMS) pelanggan Simpati ke sesama pelanggan Telkomsel yang sebelumnya Rp299, turun menjadi Rp100 dan ke operator lain dari Rp350 menjadi Rp150.
Sedangkan tarif percakapan untuk panggilan domestik (pangdo)-1 sesama pelanggan Telkomsel (on net mobile) yang sebelumnya Rp2.000 per 30 detik turun menjadi Rp750, sementara pangdo-1 dengan operator lain (off net mobile) yang sebelumnya Rp2.000 turun menjadi Rp1.000 per 30 detik.
Menurut Irfandi, meski tarif layanan mengalami perubahan, tapi program-program yang telah dan akan dilaksanakan tetap berjalan seperti semula.
"Tidak ada perubahan, program kita tetap seperti yang kita declare pada awal tahun, baik mengenai upaya peningkatan layanan kepada pelanggan, pembangunan base transceiver station (BTS) maupun lainnya," katanya.
Bahkan, jika pemerintah hanya memonitor kualitas layanan dari aspek keberhasilan panggil dan origanting cost, Telkomsel justru menetapkan tolok ukur kualitas layanan dari lima aspek.
Aspek-aspek itu meliputi keberhasilan panggil, kontinyuitas, kejernihan suara, jangkauan (coverage), dan length stay setiap panggilan.
Untuk jangkauan, kata Irfandi, yang sebelumnya telah menjangkau semua kecamatan, akan ditingkatkan hingga menjangkau seluruh pedesaan.
Dengan tetap menjamin kualitas-kualitas layanannya, Telkomsel Area III Jawa Bali optimistis dapat menambah jumlah pelanggan baru sebesar 2,4 juta.
Jumlah pelanggan Telkomsel Area III Jawa Bali yang pada akhir tahun lalu sebanyak 10,9 juta, hingga Maret 2008 sudah mencapai 11,9 juta.
Secara terpisah, Communication Manager Telkom Divre V Jatim, Djadi Soegiarto, juga mengemukakan bahwa Telkom tetap akan meningkatkan kualitas layanannya.
"Meski ada perubahan tarif interkoneksi, tapi tidak akan ada perubahan menurunkan layanan. Bahkan, kita akan terus meningkatkan kualitas layanan," katanya. (*/lin)