< >

AS Ingatkan Warganya Atas Ancaman Penculikan di Filipina

Rabu, 02 April 2008 19:19
Kapanlagi.com - Kedutaan besar Amerika Serikat, AS, di Manila, Filipina Rabu (2/4) mengingatkan kepada seluruh warganya bahwa adanya ancaman yang datang dari kelompok separatis yang dapat saja merencanakan untuk menculik warga AS dan orang asing lainnya yang berada atau berkunjung ke wilayah Filipina selatan di mana pasukan anti-teroris AS ditempatkan di sana.

Pihak Kedutaan Besar AS mengatakan mereka telah mengirim surat melalui situs on-line kepada semua warga AS yang berada di kawasan Filipina bagian selatan akan adanya ancaman oleh kelompok separatis yang sedang mengarahkan serangannya ke kota pelabuhan laut Zambonga.

Lebih dari 100 ribu warga AS berada di negara bekas jajahan Amerika Serikat itu.

"Pihak Kedutaan Besar telah menerima informasi bahwa sebagian dari kelompok separatis telah merencanakan untuk melakukan penculikan terhadap warga AS atau warga asing lainnya di hotel-hotel atau di tempat-tempat umum di kota Zamboanga," demikian isi pesan lewat e-mail yang disebar luaskan pada hari Selasa.

Sejumlah kecil anggota pasukan khusus AS ditempatkan di Zamboanga, yang merupakan pusat dari komando pasukan Filipina yang memerangi kelompok separatis.

Kelompok pejuang Abu Sayyaf yang dikatakan oleh sebagian pihak memiliki kaitan dan kerja sama dengan jaringan AAl-Qaeda telah dituding menjadi pihak yang bertanggung jawab dalam serangkaian pemboman dan serangan yang hebat lainnya di negeri itu dalam beberapa tahun belakangan.

Pihak kelompok separatis telah menculik sejumlah wisatawan asing termasuk sepasang suami istri misionaris di sebuah pulau di Filipina bagian Bbarat pada tahun 2001, sebelum akhirnya dibawa ke pulau Basilan dekat Zamboanga dan di sandera hingga lebih dari setahun lamanya.

Para penculik akhirnya melarikan diri dari pulau tersebut dan pindah ke semenanjung Zamboanga dimana warga AS Martin Burnham tewas dibunuh dalam satu operasi militer yang bertujuan untuk menyelamatkan para tahanan yang dilakukan oleh militer Filipina setelah satu tahun berselang .

Istri Martin, Gracia Burnham berhasil diselamatkan dalam operasi penyelamatan. (kpl/dar)