Gizi Buruk Rengut Nyawa Dua Balita di Medan

Kapanlagi.com - Memasuki awal April 2008, dua balita penderita diare dan terindikasi gizi buruk meninggal dunia setelah mendapat perawatan di Rumah Sakit Umum (RSU) dr Pirngadi Medan.

Korban adalah Kaka Nugraha (1,5) warga Jalan Tanjung Morawa Dusun Bandar Labuhan, Medan, meninggal dunia setelah beberapa jam mendapat perawatan, Selasa (1/4) sekitar pukul 23.00 Wib dan diagnosa menderita radang lambung (GE) kronik disertai dehidrasi berat dan gizi buruk tipe marasmus serta TB paru.

Sedangkan balita lainnya, M Ridwan (1,5) warga Jalan Pulo Brayan Lingkungan III Medan Timur yang telah mendapat perawatan 13 hari di RSU Pirngadi Medan, yang diagnosa menderita Pneumonia (radang paru) juga meninggal dunia, Rabu (2/4) pukul 02.00 pagi dini hari.

Kepala Instansi Informasi dan pengaduan masyarakat RSU dr Pirngadi Medan, Indah Kemala Hasibuan, di Medan, Rabu, mengatakan, kedua balita yang meninggal dunia ini sudah menderita dehidrasi berat dan gizi buruk serta memiliki penyakit penyerta lainnya.

Namun selama pasien mendapat perawatan, tim medis sudah memberi pertolongan yang maksimal dengan memberi obat-obatan, vitamin dan tambahan gizi untuk mempertahankan kondisi pasien.

"Kami sudah memberi pertolongan yang maksimal, namun kondisi pasien memang sudah lemah saat dibawa ke rumah sakit ini, seharusnya apabila sudah mengalami diare lebih dari tiga kali sebaiknya langsung berobat dan minum larutan gula dan garam, sehingga cairan yang keluar dapat sesegera digantikan," katanya.

Untuk itu, ia menganjurkan, kepada seluruh ibu-ibu yang memiliki anak balita agar lebih memperhatikan kesehatan anaknya dimulai dari kebersihan lingkungan rumah.

Adanya cuaca yang tidak menentu saat ini, dapat mengakibatkan datangnya penyakit-penyakit yang berbahaya terutama bagi anak-anak yang berusia balita.

"Cuaca sekarang tidak menentu, untuk itu seorang ibu harus lebih waspada menjaga kesehatan anaknya seperti mencuci tempat atau dot susu anak dengan air panas dan maksimal 3 jam sekali harus diganti," katanya.

Sementara untuk jumlah penderita diare yang masih dirawat sepanjang awal 2008 hingga Maret, sebanyak 51 orang dan yang meninggal 1 pasien. Penderita gizi buruk berjumlah 4 orang namun seorang sudah meninggal, demikian pula dengan pasien penyakit DBD sebanyak 21 orang dua orang di antaranya telah meninggal. (*/rsd)

©2003-2007 KapanLagi.com