< >

Bayi Tanpa Dinding Perut, Anus dan Saluran Kencing Terlahir di Medan

Kamis, 03 April 2008 05:36
Kapanlagi.com - Diduga akibat efek samping obat-obatan dan kelainan bawaan dari masa kehamilan, seorang ibu melahirkan bayi perempuan tanpa dinding perut, anus dan saluran kencing.

Anak kedua dari pasangan Hartiati Lestari (27) dan Samsudin (35) warga Desa Sambi Rejo Kecamatan Binjai Kabupaten Langkat itu lahir Rabu (2/4), sekitar pukul 09.30 wib, dengan bantuan bidan puskesmas.

Bayi yang memiliki berat badan 2,2 kg dan tinggi 42 cm tersebut segera dibawa ke RSU Bidadari Binjai, namun ditolak dengan alasan peralatan medis tidak memadai, sehingga bayi tersebut dirujuk ke RSU dr Pirngadi Medan sekitar pukul 11.30 WIB.

Menurut keterangan nenek sang bayi, Jumiah (47), cucu keduanya itu lahir pada saat umur kandungan ibunya baru 8 bulan. Namun karena sang ibu sudah mengalami kontraksi, bayi itu lahir dengan normal.

"Kami terkejut saat melihat kondisi cucu saya ini, karena saat di kandungan tidak ada kelainan yang diderita ibunya," katanya.

Ia menceritakan, anaknya tidak pernah mengeluh kesakitan atau mendapat kelainan apa pun. Hanya saja, di saat awal-awal kehamilan sang ibu sering menderita sakit gigi dan maag, sementara untuk memeriksakan kesehatan kehamilannya sang ibu rajin pergi ke puskesmas.

"Anak saya rajin periksa kesehatan sebulan sekali, namun kalau untuk periksa USG kami tidak mampu karena membutuhkan biaya yang besar," katanya.

Sementara menurut dr Christoffel Tobing, SpOG(K), konsultan Fetomaternal RSU dr Pirngadi Medan, bayi tersebut menderita "omphalocele" atau tidak menyatunya bagian luar usus dan muara tali pusar. Sedangkan gejalanya akibat terganggunya proses tumbuh kembang bayi di dalam rahim.

"Sebenarnya kasus ini bisa dilihat dan dideteksi saat di dalam kandungan melalui pemeriksaan USG, namun karena bayi ini sudah dilahirkan maka kita akan berusaha menyatukan dinding perutnya, membuat saluran kencing dan anus," katanya.

Ia juga mengatakan bayi dengan kondisi seperti itu juga disebabkan kelainan bawaan saat awal kehamilan dan akan berdampak pada kondisi jantung yang ikut rusak.

"Untuk itu kita selalu menganjurkan kepada ibu hamil agar benar-benar menjaga masa kemahilannya. (*/rsd)