Video yang berisi potongan video dokumentasi aksi terorisme yang disertai kutipan ayat-ayat Al Qur'an tersebut telah menimbulkan sejumlah aksi protes di beberapa kota di Indonesia. Beberapa pengunjung yang mengakses video Fitna sendiripun juga mengutuk perbuatan Geert Wilders sang pembuat.
Geert Wilders yang adalah anggota perlemen negara Belanda juga memimpin partai kebebasan yang anti imigrasi. Dalam usaha mempublikasikan video buatannya, Geert sudah menghadapi banyak tentangan dari banyak pihak. Pemerintah Belanda sendiri juga telah menghimbau Geert agar mengurungkan niatnya tersebut.
Menteri Komunikasi dan Informatika Muhammad Nuh juga telah meminta YouTube agar menghapus akses ke video yang telah di-upload ke server situs yang sudah menjadi tujuan utama browsing video ini. Namun samapai saat ini akses untuk melihat video ini masih terbuka walaupun harus login sebagai anggota dan konfirmasi usia terlbih dulu. Pada layar tampilanpun tampak peringatan bahwa isi video tersebut mungkin berisi materi yang bisa menyinggung perasaan beberapa orang. (tec/roc)