Di Ngawi 938 Balita Alami Gizi Buruk

Kapanlagi.com - Ratusan anak usia bawah lima tahun (balita) di kabupaten Ngawi, Jawa Timur mengalami gizi buruk sehingga perlu mendapatkan pelayanan dan penanganan secara khusus oleh Dinas Kesehatan kabupaten Ngawi.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan kabupaten Ngawi mulai tahun 2007 hingga Maret 2008, jumlah balita penderita gizi buruk yang ada di kabupaten Ngawi mencapai 938 orang dan 636 balita di antaranya berasal dari keluarga tidak mampu.

Seksi Gizi Subdin Kesehatan Keluarga Dinas Kesehatan Ngawi, Hadi Murbiyanto, Rabu mengatakan, jumlah balita penderita gizi buruk yang terdata tersebar di seluruh kecamatan yang ada di kabupaten Ngawi. Kecamatan yang paling banyak terdapat balita gizi buruk adalah kecamatan Jogorogo dan kecamatan Teguhan.

"Jumlah balita gizi buruk di kecamatan Jogorogo sebanyak 225 orang dan kecamatan Teguhan sebanyak 140 balita. Sedangkan sisanya tersebar di sekitar 15 kecamatan lainnya," katanya saat dikonfirmasi.

Khusus untuk balita yang berasal dari keluarga yang tidak mampu atau keluarga miskin (gakin) saat ini mendapatkan pemantauan serta pelayanan khusus dari pemerintah yaitu dengan diberikan nutrisi selama 90 hari.

Menurut dia, nutrisi yang diberikan adalah makanan pendamping Air Susu Ibu (ASI) di antaranya susu, bubur susu, biskuit serta makanan lokal yang biasa di makan oleh balita yang menderita gizi buruk.

"Nutrisi bagi penderita balita gizi buruk diberikan dua kali sehari selama 90 ari sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan oleh Departemen Kesehatan. Selama diberi nutrisi. keadaan balita terus dipantau oleh tim kesehatan dari setiap Puskesmas yang dibantu dengan relawan," katanya menambahkan.

Saat ini nutrisi yang merupakan bantuan dari pemerintah pusat masih cukup untuk diberikan kepada balita gizi buruk. Jumlah nutrisi yang ada saat ini sebanyak 58 ribu paket.

Di setiap Puskesmas yang ada di kabupaten Ngawi telah dipersiapkan minimal empat orang tim medis yang khusus menangani balita yang mengalami gizi buruk. Selain itu, juga terus disiapkan kader melalui Posyandu yang ada di setiap desa.

"Hingga saat ini sudah dipersiapkan sebanyak 1160 kader yang siap untuk membantu melayani balita gizi buruk. Selain itu, saat ini juga didukung dengan relawan antara lain dari Lembaga Sosial Kemasyarakatan yang ada di Ngawi," katanya menjelaskan.

Adapun penyebab tingginya jumlah penderita gizi buruk di Ngawi disebabkan beberapa hal diantaranya sanitasi di sekitar perkampungan kurang bagus, tingkat pengetahuan pengasuh yang rendah. Selain itu, gizi buruk juga disebabkan kondisi perekonomian keluarga.

"Keluarga yang berkecukupan pun bisa terancam gizi buruk. Hal tersebut terjadi akibat pola pemberian nutrisi pada balita salah sehingga memicu perkembangan balita yang tidak normal," katanya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, dengan adanya pendampingan maupun pelayan yang lebih dari Dinas Kesehatan dan relawan, jumlah penderita gizi buruk di kabupaten Ngawi mengalami penurunan. Pada tahun 2007 jumlah penderita mencapai 1.000 balita saat ini telah turun menjadi 938 balita, jumlah tersebut merupakan bagian dari 53 ribu balita yang ada di kabupaten Ngawi. (*/rsd)

©2003-2007 KapanLagi.com