Yadi (45), warga RT 01 RW 02 Dukuh Temuireng, Desa Duwet, Wonosari, Kamis, menuturkan, di musim penghujan yang masih berlangsung hingga saat ini, sumur milik warga setempat banyak yang longsor di bagian dalam, sehingga tidak bisa berfungsi lagi sebagai sumber air keluarga.
Ia mengaku, sumur miliknya sudah tidak bisa digunakan lagi, karena di bagian dalam sumurnya ambrol dan tanah menutup serta airnya menjadi keruh.
"Kami terpaksa harus mengambil air ke tetangga sebelah rumah," katanya.
Menurut Yadi, ambrolnya sumur di desa tersebut ternyata juga dialami warga lainnya dan ada puluhan sumur milik warga RT 01 RW 02 Desa Duwet yang ambrol.
"Saya tidak tahu apa menyebabnya. Namun, warga mulai khawatir atas kejadian tersebut," kata Yadi.
Senada juga dialami warga lainnya, Ny Dulhoni (50), sumur miliknya juga mengalami longsor saat hujan deras yang melanda di desanya beberapa hari lalu.
Ada sekitar 10 sumur tetangganya mengalami longsor dan sebagian tidak bisa difungsikan lagi seperti milik Ny Dulhoni yang mesin penyedot air di sumurnya rusak akibat kemasukan pasir.
"Saya terpaksa harus menimba dengan ember untuk mendapatkan air," kata Ny Dulhoni sambil mengeluh.
Ketua RT 01 RW 02 Dukuh Temu Ireng, Basri ( 56), membenarkan ambrolnya puluhan sumur milik warganya termasuk miliknya.
Menurut dia, karena takut terjadi apa-apa atas kejadian itu, warga bernama Kasno menutup sumurnya dengan cor-coran semen.
"Saya mendengar sendiri saat sumur milik tetangga ambrol pada Kamis (27/3) malam. Saat itu terdengar gemuruh dari dalam sumur, kemudian tanahnya longsor, " tuturnya.
Basri juga mengaku merasa takut jika terjadi apa-apa pada sumurnya. "Saya rencananya akan memberi beton dinding sumur saya, biar tidak ambrol lagi, " katanya.
Ambrolnya dinding sumur milik warga tersebut, menurut dia, kemungkinan terjadi akibat seringnya turunnya hujan di wilayah ini. (*/cax)