< >

Raikkonen Ingin Hapus Kenangan Buruknya di Bahrain

Kamis, 03 April 2008 17:48
Kapanlagi.com - Juara bertahan Formula Satu Kimi Raikkonen ingin menghapus kenangan buruk di Grand Prix Bahrain.

Pembalap Finlandia yang memacu Ferrari dan menghidupkan kembali kemungkinan untuk mempertahankan gelar setelah menang di Malaysia sepuluh hari lalu itu belum pernah menang di sirkuit yang dibangun di tengah padang pasir itu.

Tetapi ia yakin bahwa setelah tiga kali beruntun finish di urutan ketiga, sekarang adalah saatnya untuk menunjukkan kehebatannya di sirkuit itu sekaligus di kejuaraan musim ini.

"Saya telah finish ketiga tiga kali beruntun di Grand Prix Bahrain. Ada sesuatu yang salah. Sakhir adalah salah satu sirkuit di mana saya ingin menang --akhirnya," kata Raikkonen.

"Jelas kami seharusnya memiliki cukup kecepatan untuk berjuang merebut posisi teratas di Bahrain. Saya memahami sirkuit itu dan Ferrari, secara tradisi, selalu kuat di sana," imbuhnya.

Ferrari, bersama Toyota, menghabiskan enam hari untuk menguji mobil mereka di Bahrain pada musim dingin lalu, tetapi juara dunia itu tidak yakin hal itu akan memberi keuntungan tambahan untuk Ferrari.

"Saya pernah berlomba dengan baik di Bahrain, tetapi sejauh ini belum pernah menang. Pengujian pada Februari lalu berjalan dengan baik dan saya menantikan untuk kembali membalap di Bahrain dan bersaing menjadi juara," tuturnya.

"Memang tes kami pada Februari tidak berjalan buruk. Tapi, jelas, sekarang ini cuacanya berbeda, sirkuitnya berbeda, dan mobil kami pun berbeda," ujarnya.

Raikkonen, yang hanya tertinggal tiga poin dari pemimpin klasemen Lewis Hamilton, yakin masih terlalu dini untuk menilai performa para pesaingnya.

Tetapi ia mewaspadai perkembangan cepat BMW dan menganggapnya sebagai tim yang akan mencuat musim ini.

"Jangan pikirkan kejuaraan. Masih terlalu dini untuk memperkirakan siapa yang menang. Kami harus menunggu hingga beberapa balapan lagi untuk mendapat gambaran siapa yang menjadi calon kuat untuk juara," kata Raikkonen.

"Akan seketat tahun lalu. Itu jelas. Sekarang terjadi pertarungan antara tiga tim, bukan cuma dua. Ferrari dan McLaren menang dalam dua lomba awal tetapi jangan lupakan BMW dua kali merebut posisi kedua."

"Jadi jika Ferrari dan McLaren melakukan kesalahan, telah ada mereka yang mengintai untuk merebut poin. Kali ini anda harus berjuang sangat keras untuk merebut setiap poin," jelasnya.

Massa Masih Dipercaya

Saat Raikkonen terlihat santai, rekan setimnya Felipe Massa dari Brazil masih mendapat kepercayaan penuh dari Presiden Ferrari Luca di Montezemolo walau mengawali musim dengan sangat buruk.

Massa tidak finish di Australia dan Malaysia karena melakukan kesalahan dan masa depannya menjadi ajang spekulasi.

Tetapi di Montezemolo menepis anggapan bahwa ia tengah mencari pengganti dengan mengklaim bahwa Ferrari memiliki barisan pembalap paling bagus di dunia.

"Felipe Massa tidak dalam pengawasan," kata di Montezemolo kepada Gazzetta dello Sport.

"Pada kenyataannya, kami di ferrari memiliki sepasang pembalap terhebat di dunia. Saya berharap Felipe berlomba dengan hebat di Bahrain setelah menjalani sesi kualifikasi dengan bagus di Malaysia."

Percaya Diri

Pemimpin klasemen konstruktor McLaren juga sangat percaya diri dan pembalap utama Hamilton berharap hasil memuaskan di Bahrain meski menempati pit yang paling belakang.

Alokasi garasi pit didasarkan posisi tim dalam klasemen akhir konstruktor musim lalu dan McLaren menjadi yang terakhir setelah seluruh poin mereka dihapus akibat insiden "mata-mata".

Hamilton mengatakan ia dan rekan setimnya Heikki Kovalainen tidak terganggu dengan posisi pit itu.

"Saya suka balapan di Bahrain dan ini adalah salah satu yang sangat saya nantikan, seperti halnya Monaco dan Spa," tegas pembalap asal Inggris itu.

"Saya memiliki banyak kenangan indah di lintasan ini, tahun lalu saya menjalani balapan yang luar biasa. Saya merebut podium ketiga di Formula Satu dan menyamai perolehan angka pemimpin klasemen."

"Memang waktu itu terasa seperti mimpi. Tetapi kenangan terindah adalah pada 2004, saya bangkit setelah kualifikasi F3 yang buruk yang membuat saya start dari posisi ke-23. Saya bekerja keras di lintasan untuk kemudian menang. Itu adalah balap yang paling emosional yang pernah saya alami," paparnya.

Dengan semakin berkembangnya dua pembalap BMW, Robert Kubica dan Nick Heidfeld, maka persaingan dalam 18 Grand Prix musim ini akan berjalan lebih seru. (*/cax)