Deputi Finansial dan Keuangan Badan Pelaksana Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) Eddy Purwanto di Jakarta, Kamis mengatakan, kontrak penandatanganannya dijadwalkan pada bulan April ini.
"Kontrak akan ditandatangani setelah adanya kesepakatan penjualan gas lapangan tersebut ke domestik yakni PT PLN Batam," katanya.
Menurut Eddy, kontrak pasokan ke domestik merupakan prasyarat sebelum Premier menjual gas ke Singapura.
Kontrak pasokan gas ke Singapura akan berlaku selama 15 tahun dengan menggunakan pipa milik ConocoPhillips yang sudah ada.
Namun, Eddy tidak mau menjelaskan volume dan harga ekspor gas karena masih menunggu konfirmasi Pemerintah Indonesia dan Singapura.
Ia mengatakan, Lapangan Gajah Baru akan berproduksi sekitar 70-100 juta kaki kubik per hari. PLN Batam membutuhkan sekitar 40 juta kaki kubik per hari. (*/lin)