Ketua Badan Liga Amatir Indonesia (BLAI) PSSI, H. Subardi di sela-sela Workshop Peserta Kompetisi PSSI Divisi II dan Pengda PSSI se-Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara Timur (NTT) di Semarang, Kamis, mengatakan, kalau dulu kompetisi sepak bola Divisi I PSSI ditangani oleh BLI sehingga mereka bisa memakai pemain asing.
Tetapi, kata dia, mulai tahun ini, kompetisi tersebut ditangani BLA sehingga tidak diizinkan memakai pemain asing dengan maksud agar pembinaan pemain sepak bola bisa berjenjang, dari Divisi III kemudian masuk Divisi II, masuk ke Divisi I, baru kemudian masuk Divisi Utama dan Liga Super (ditangani BLI).
Saat disampaikan tim Divisi II yang promosi ke Divisi I, dia mengatakan, untuk tahun ini yang promosi ke Divisi I sekitar enam sampai delapan tim tergantung berapa tim dari Divisi Utama yang terkena degradasi.
Kemudian dari Divisi III ke Divisi II, menurut dia, yang promosi sebanyak 16 tim dan yang terkena degradasi juga 16 tim.
Saat ini jumlah tim yang tergabung pada Kompetisi Divisi I PSSI sebanyak 48 tim, kemudian Divisi II sebanyak 84 tim, dan Divisi III sebanyak 291 tim.
Ia menambahkan, target dari Badan Liga Amatir Indonesia (BLAI) PSSI adalah tersedianya pemain dan kesebelasan yang berkualitas, memiliki nilai kompetisi yang sehat dan tinggi, program kegiatan yang jelas, konsisten, serta berkesinambungan.
Kemudian peraturan yang jelas dan tegas dalam penerapannya, memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) yang profesional di bidangnya. Meningkatkan frekuensi pertandingan dengan melibatkan jumlah pemain yang cukup besar.
Ia mengatakan, dengan melibatkan jumlah pemain yang cukup besar ini akan menambah pengalaman bertanding, mengisi suplai pemain-pemain muda untuk menjaga regenerasi agar tidak terputus, memberikan tontonan yang menarik, serta membangkitkan fanatisme kedaerahan yang positif untuk memajukan sepak bola nasional. (*/rsd)