"Mereka itu banyak yang tidak faham dengan permainan sepak bola," katanya saat ditemui di Stadion Brawijaya, Kediri, Jawa Timur, Kamis.
Menurut dia, bukan berarti setiap ada pemain bagus dalam sebuah tim sepak bola, maka secara otomatis dapat mengangkat motivasi dan kekuatan tim.
"Padahal tidak begitu, karena ada beberapa tahap untuk membentuk sebuah tim yang kuat dan disegani lawan, termasuk adalah penyesuaian antar karakter pemain," kata menantu Walikota Kediri HA Maschut itu.
Iwan menyebutkan, ada beberapa program latihan yang diikuti oleh para pemain secara bertahap sebelum kompetisi digelar, diantaranya program latihan fisik untuk meningkatkan akselerasi permainan setiap individu pemain.
"Selain itu masih ada lagi pemahaman strategi permainan yang diterapkan oleh para pelatih," kata Ketua PSSI Bidang Status dan Alih Status Pemain itu.
Oleh sebab itu menurut dia, kemenangan 4-2 dalam pertandingan uji coba melawan Persik U-21 (2/4) bukan hasil buruk, meskipun tim lawan tiga kelas berada di bawah Harianto dan kawan-kawan itu.
Dalam pertandingan tersebut para penonton yang memadati tribun Stadion Brawijaya mencemooh penampilan Persik yang kini bertabur pemain bintang dari PSMS Medan dan Persija Jakarta dengan pelatih asing asal Moldova, Arcan Iurie.
Bahkan sebelumnya anggota DPRD Kota Kediri, Achmad Tsalis juga menyoroti Persik. Bahkan dia melarang dana APBD sebesar Rp7,5 miliar yang dikucurkan kepada Persik itu digunakan biaya uji coba ke Australia. (*/rsd)