Pembalap berwarganegara Syria itu mampu menyentuh garis finis tercepat dengan catatan waktu 3 jam 10 menit dan 3 detik. Sedangkan di posisi kedua dan ketiga, ditempati pembalap asal Tabriz Petrochemical Iran, Ahad Kazemi dan Pip Grinter asal tim Drapac Porsche Australia yang memiliki waktu sama dengan Omar Hasanin.
Hasil ini mengacaukan prediksi bahwa etape kedua ini akan didominasi pembalap Jepang yang terkenal dengan spesialis sprint. Hal itu tidak terlepas dari faktor cuaca panas yang terjadi di Kota Blitar.
Selain itu, panjangnya jarak yang ditempuh menjadi salah satu faktor pembalap dari negeri "Matahari Terbit" itu berguguran, di mana etape kedua ini merupakan jarak terjauh dari lima etape yang dilombakan.
Dua pembalap asal Jepang dari tim Aisan Racing, Taiji Nishitani dan Hidenori Nodera (Skill Shimano Belanda) mampu menembus finis kedua dan ketiga, tapi di etape kedua ini mereka terlihat kepayahan dan tidak bisa masuk 10 besar. Cuaca panas ini ternyata juga dirasakan pembalap lainnya.
"Selain jarak cukup panjang dan medan yang berat, cuaca juga sangat panas, sehingga menguras banyak tenaga. Padahal, pada etape pertama (Rabu), kami telah bekerja sangat keras," kata Tonton Susanto usai lomba.
Hal senada dirasakan pembalap yang finis di urutan kedua asal Tabriz Petrochemical Iran, Ahad Kazemi dan peraih white jersey (jaket putri) Roman Zhiyentayev dari tim Pelatnas Olimpiade Kazakhstan. "Meski cuaca sangat baik, tapi sangat panas. Ini membuat tim kami agak kerepotan," kata Ahad dan Roman usai lomba.
Namun kondisi ini dirasakan berbeda oleh tim Doha Qatar. Manajer Tim Doha Ahmed Alhemaidi mengatakan, suhu di Blitar masih dingin dibanding udara di negaranya. "Ini yang membuat pembalap kami sedikit unggul pada etape kedua ini," katanya.
Kemenangan Omar tersebut tidak mengancam posisi klasemen waktu perorangan sementara yang tetap diraih pembalap Indonesia yang memperkuat L2A Malaysia, Tonton Susanto, dengan mencatat waktu total lima jam 36 menit dan tujuh detik, sehingga berhak menyandang jaket kuning (yellow jersey).
Sedangkan untuk gelar raja sprint (green jersey), pada etape kedua ini beralih tangan. Bila pada etape pertama direbut pembalap L2A Malaysia, Anuar Manan, pada etape kedua ini direbut pembalap asal Doha Qatar, Abdelbaset Hannachi, setelah mampu keluar sebagai yang tercepat dalam dua intermediate sprint, sehingga berhak mendapat bonus 10 poin.
Anuar Manan sendiri saat ini berada di urutan kedua dengan delapan poin disusul Herwin Jaya dari tim Polygon Sweet Nice (PSN) Surabaya mendapat enam poin.
Sementara itu untuk pembalap muda (U-23) tercepat tetap diraih Roman Zhiyentayev dari tim Pelatnas Olimpiade Kazakhstan, sehingga berhak memakai jaket putih (white jersey). (*/rsd)