Penari klasik Bali nan sarat eksotika ini ternyata punya bakat terpendam yang mengagumkan, yakni pandai menyanyi! Dan Kevin bergerak cepat. Orang kepercayaannya, Peter Heckmann, segera dihubungi.
Komposer kelas wahid asal Jerman yang pernah terlibat langsung dalam pengerjaan proyek tersebut, dari Depeche Mode, Duran Duran, Enya, T.A.T.U., Ultravox, Hans Zimmer, hingga Boney M, diajak berperan serta menggali lebih dalam dan lebih jeli tiap sendi berkesenian di diri Puspa.
Audio engineer Level 42 dan New Order ini diminta membantu membukakan pintu lebih lebar bagi Puspa. Duet bak 'Batman and Robin' ini mengerahkan kekuatan penuh. Kolaborasi multi bintang disiagakan.
Seniman lokal terkenal macam Dewa Budjana, Balawan, Gus Mantra, Deni Lolot, dan banyak lagi, dikaryakan demi nuansa pelangi yang lebih warna-warni tanda berani.
Ekspedisi panjang, kolosal, dan kaya dinamika ini berujung pada album penuh perdana bertajuk SOMEDAY, yang terdiri dari 14 lagu dengan padu paduan melodi pop + cengkok tebal - tipis World Music di sana-sini. Riuh rendah berkisah perkara asmara, mengenai indahnya keseharian, tentang sensualitas Bali.
Tembang juaranya? Pertama adalah Passion dan yang kedua adalah Bali Menari. Jika diukur secara bibit - bobot dan bebet, antara Anggun, diva asal Jawa yang telah sukses mendunia, dengan Puspa, soal konseptual, memang terdapat kemiripan. Paling tidak kulit sama sawo matang, pendekatan musikal juga pekat seronok ke-timur-an. (kpl/iin/bun)

Tengku Rafli
Rasya Bleszynski
Teuku Rasya Islami
Pasya Islami
Rafli Rasya Islami







