Mantan PM Bangladesh Pingsan Ketika Disidang
Kapanlagi.com - Mantan Perdana Menteri Bangladesh dan pemimpin oposisi Syeikh Hasina roboh ketika sedang berdiri di tempat tertuduh di sebuah pengadilan wilayah Kamis dan segera dibawa ke rumah sakit untuk memperoleh perawatan medis darurat, kata beberapa pejabat dan saksi mata. Hakim Feroze Alam menunda persidangan kasus korupsi tingkat tinggi terhadap Hasina dengan mengatakan, perkara hukum itu akan dimulai lagi pada pekan depan. Hasina ditangkap pada Juli tahun lalu setelah laporan kekayaan yang diajukannya ke Komisi Pemberantasan Korupsi diduga tidak mencakup sejumlah flat mewah dan rekening bank tabungan ilegal atas namanya. Hasina dikembalikan ke penjara setelah ia menjalani pemeriksaan medis menyeluruh, kata wakil kepala penjara Shamsul Haider Siddiqui. Pihak berwenang penjara mengatakan, mantan PM itu berada dalam kondisi kesehatan yang baik dan secara fisik bisa menghadiri sidang pengadilan. Namun, ketua partai oposisi Liga Awami itu menyatakan bahwa ia dipaksa berdiri di tempat tertuduh meski kondisi kesehatannya dikabarkan buruk. Tuduhan itu dibantah oleh pejabat-pejabat penjara. Hasina, yang menjadi perdana menteri antara 1996 dan 2001, menghadapi tuduhan pemerasan yang diajukan oleh perusahaan-perusahaan terkenal. Sebelumnya pemerintah sementara Bangladesh yang didukung militer menuduh saingan politik Hasina, mantan Perdana Menteri Khaleda Zia, menghimpun kekayaan dengan cara-cara yang tidak melanggar hukum. Dihukum 10 tahun Sementara itu, mantan Menteri Komunikasi Nazmul Huda yang ditahan atas tuduhan menerima suap dijatuhi hukuman 10 tahun penjara Kamis setelah dinyatakan bersalah memperoleh lebih dari sejuta dolar secara ilegal. Huda juga dinyatakan bersalah menyembunyikan informasi kekayaan dan untuk itu ia dijatuhi dua tahun penjara yang dijalani secara bersamaan, kata jaksa khusus pemerintah Mosharraf Hossain Kazal. "Pengadilan anti-korupsi juga mendendanya 10 juta taka (US$145 ribu)," katanya. Lebih dari selusin mantan menteri, anggota parlemen dan anggota keluarga mereka sudah dijatuhi hukuman antara lima dan 20 tahun penjara oleh pengadilan anti-korupsi yang dibentuk pemerintah dukungan militer. Bangladesh berada di bawah pemerintahan darurat sejak 11 Januari 2007 ketika pemilihan umum dibatalkan setelah kekerasan berbulan-bulan terkait dengan klaim pencurangan pemilu. (*/cax) |