< >

Pembantu Menteri Keamanan Israel Ditembak di Dekat Gaza

Jum'at, 04 April 2008 21:18
Kapanlagi.com - Pembantu utama Menteri Keamanan Dalam Negeri Israel Avi Dichter terluka akibat tembakan dari Jalur Gaza, yang dikuasai Hamas, pada Jumat (4/4) dalam lawatan perbatasan dengan perutusan dari Kanada, kata petugas kesehatan.

Korban itu diungsikan ke rumahsakit terdekat dengan luka tembak di kakinya. Sementara Dichter yang juga berada di tempat itu, tidak mengalami luka dalam penembakan tersebut.

Tentara memastikan bahwa satu warga israel menderita luka tembak ringan.

Sumber keamanan Israel menyatakan tentara masuk Jalur Gaza untuk mencari pelakunya.

Panitia Perlawanan Rakyat dan kelompok kecil pejuang Tentara Bangsa menyeru menyatakan tanggung jawab bersama untuk serangan itu.

Laporan Radio Israel menyatakan menteri itu menyertai perutusan Yahudi Kanada, yang berkunjung ke lingkungan perbatasan Israel di Nir Am, yang sering menjadi sasaran penembakan lintas tapal batas dan serangan roket oleh pejuang Palestina.

Seorang karyawan asing asal Ekuador tewas pada Januari dalam penembakan terhadap lingkungan lain di dekat perbatasan tersebut.

Presiden Palestina Mahmud Abbas setelah berembuk dengan Presiden Mesir Hosni Mubarak pada Rabu menyatakan usaha meredakan keadaan di Jalur Gaza terus dilakukan, tapi tidak ada kemajuan.

Abbas tiba di Kairo dari Arab Saudi, tempat ia menjelaskan tentang pertemuan terbarunya dengan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Condoleezza Rice pada awal pekan ini di Yordania.

Abbas mengumumkan setelah perundingannya dengan Rice bahwa ia akan memulai kembali perundingan dengan pemimpin Israel, yang terhenti pada Februari sehubungan dengan serangan Israel ke Gaza.

Hamas melancarkan serangan roket ke kota Israel, yang menurut Tel Aviv harus dihentikan sebagai syarat pengahiran serangan Israel, yang sering dilakukan ke wilayah itu.

"Usaha Mesir menghentikan serangan roket dan membuka perbatasannya dengan Gaza terus dilakukan. Mereka hanya melakukan tukar pikiran, tapi tidak hal tertulis dicapai," kata Abbas dalam jumpa pers setelah berunding dengan Mubarak.

Tentang perundingannya dengan Rice, Abbas menyatakan semua pihak, pemerintah Palestina, Israel, dan Amerika Serikat, terlibat untuk melaksanakan gagasan agar tahun 2008 digunakan untuk mencapai perjanjian mengenai masalah ahir sengketa itu.

"Tapi, itu tidak berarti bahwa kita akan mencapai perjanjian," kata Abbas.

Pasukan Israel menewaskan dua pejuang Palestina dalam serangan menjelang subuh di Jalur Gaza tengah pada Selasa, kata pejabat Hamas dan kesehatan.

Hamas menyatakan dua pejuang itu merupakan yang pertama dari kelompok Islam itu dibunuh tentara Israel di Gaza dalam hampir sebulan.

Jurubicara tentara Israel menyatakan pasukan mereka menembak dua pejuang Palestina itu, yang melakukan serangan darat terhadap yang ia katakan "prasarana teror" di wilayah kekuasaan Hamas tersebut.

Sejumlah lain ditahan untuk diperiksa, kata tentara. Pembunuhan itu dapat mengganggu usaha penengahan Mesir bagi gencatan senjata antara negara Yahudi tersebut dengan kelompok pejuang Palestina.

Hamas membantah melakukan serangan roket lintas perbatasan ke kota Israel sejak awal Maret.

Pada Senin, Israel menembak mati seorang warga Palestina di Tepi Barat, yang menurut tentara berusaha menikam pemukim Yahudi di halte bus. (kpl/dar)