Nishitani mencapai garis finis terdepan dengan mencatat waktu tercepat dua jam 26 menit 26 detik, disusul pembalap Australia yang memperkuat L2A Malaysia, Bernard Sulzberger dan Erik Hoffman (Namibia) yang bergabung dengan Giant Taiwan di posisi kedua dan ketiga dengan catatan waktu masing-masing 2.26`30" dan 2.26`37".
Sukses Nishitani di etape ketiga ini juga mengantarkannya merebut yellow jersey sebagai tanda pimpinan lomba sementara, yang sejak etape pertama dan kedua dikenakan pembalap timnas Indonesia Tonton Susanto, yang memperkuat L2A Malaysia.
Pembalap klub Aisan Racing Cycling itu mencatat waktu total 8.2`27?, sedangkan Tonton turun ke posisi kedua dengan jarak hanya 22 detik. Namun, hasil ini belum mengamankan posisi Nishitani hingga akhir lomba (etape kelima), karena pada etape IV (5/4) masih melombakan rute "maut" dari Batu menuju Tosari, Pasuruan sejauh 113,1 km.
"Balapan hari ini sangat berat, karena kami berulang-ulang haru menaklukkan medan tanjakan dan track lurus," kata Nishitani dalam sesi jumpa pers usai lomba melalui penerjemah Nana Watarai.
Ia bertekad untuk mempertahankan juara lomba (General Classification--GC) hingga akhir lomba, karena itu sudah menjadi target utama tim Aisan.
Strategi yang diterapkan Nishitani cukup jitu. Pembalap Jepang ini sengaja membiarkan pembalap climber (tanjakan) menghabiskan tenaga untuk berebut sprint. Bahkan, enam lap terakhir, pembalap Jazysportwear Beacon Filipina, Sherwin Carera memimpin rombongan sendiri dengan gap 31 detik.
Namun, Nishitani secara mengejutkan pada putaran terakhir (ke-30) mampu menyalip mendahului tiga "climber" di depannya, Bernard Sulzberger, Erik Hoffmann dan Jai Crawford.
Pada etape III ini terjadi perubahan mendadak dari semula 126 km menjadi 90 km. Hal ini untuk menghindari penutupan jalan yang dikhawatirkan kemacetan jalur Batu-Pujon dan Batu-Trawas.
Pada rute terbaru itu, 96 pembalap dituntut menaklukkan lintasan berat dengan medan rolling-rolling, tanjakan dan sprint turunan, sehingga cukup sering terjadi overlap, karena rombongan terpecah menjadi banyak grup.
Sejumlah pembalap mengaku etape ketiga ini cukup berat. Pembalap Polygon Sweet Nice Herwin Jaya menilai balapan ini butuh stamina panjang. Bahkan, ia harus membantu rekannya, Vladimir Lopez yang kurang teruji betul di medan tanjakan.
"Saya harus mendorong dia (Lopez) dan berjuang mendapat posisi, karena posisi saya buruk di klasemen," kata Herwin.
Selain melombakan kriterium, pada etape III ini juga memperebutkan King of Mountain. yang direbut pembalap Tabriz Petrochemical, Hossein Askari (red jersey), sebagai raja tanjakan.
Sementara, sprint intermediate direbut AbdelBased Hannachi (Tim Doha Qatar), sehingga berhak mengenakan green jersey, sebagai tanda raja sprint. (*/rsd)