< >

Mosley Bantah Lakukan Terlibat Skandal Seks

Minggu, 06 April 2008 21:24
Kapanlagi.com - Ketua badan olahraga bermotor dunia Max Mosley, yang berusaha mempertahankan kedudukannya setelah skandal seks, Sabtu, membela dirinya dan mengatakan dia menjadi korban dari persekongkolan yang menjijikkan.

Tapi Asosiasi Automobil Amerika (AAA), organisasi bermotor terbesar di dunia dengan 51 juta anggota di Amerika Serikat, mengimbau agar tokoh asal Inggris berusia 67 tahun itu mengundurkan diri.

ADAC Jerman, yang mewakili lebih banyak aktivis bermotor Eropa ketimbang asosiasi lainnya, sudah menasihati ketua Federasi Automobil Internasional (FIA) itu untuk mempertimbangkan kedudukannya.

Mosley menolak mundur dan menegaskan pendiriannya dalam surat yang sempat dilihat Reuters di Grand Prix Formula Satu Bahrain dan ditujukan kepada ketua ADAC Peter Meyer, di mana dia mengatakan tindakannya tidak berbahaya dan sepenuhnya legal.

Surat itu juga beredar pada seluruh anggota FIA serta Dewan dan Senat FIA. "Jika saya tertangkap mengemudi melebihi batas kecepatan di jalan umum atau melebihi batas alkohol yang diizinkan, saya akan mundur hari itu juga," tulis Mosley.

"Sementara ini, sebuah surat kabar skandal yang mendapatkan berita melalui alat ilegal dari sesuatu yang saya lakukan secara pribadi yang, meski mungkin tak dapat diterima beberapa orang, tidak membahayakan dan sepenuhnya legal."

"Banyak orang melakukan sesuatu di kamar tidur mereka atau memiliki kebiasaan pribadi yang bagi orang lain mungkin menjijikkan. Tapi sepanjang mereka tetap menjadikan hal itu sebagai soal pribadi, tak ada yang keberatan," tegasnya.

Kerusakan Tak Terbatas

Mosley menuntut media Inggris The News of the World untuk kerusakan tak terbatas karena pekan lalu memberitakan tentang keterlibatan Mosley dalam pesta seks gila-gilaan bergaya Nazi dengan para pelacur.

Tabloid itu kemudian mengungkapkan rincian lebih lanjut tentang skandal itu dalam edisi terbaru yang disiarkan pada hari Minggu. Mosley, yang mendiang ayahnya Oswald adalah pendiri British Union Fascists, sebelum perang, membantah konotasi Nazi dalam kasus itu.

Koran itu mengatakan tetap bersikukuh dengan ceritanya dan akan membela diri mati-matian terhadap tindakan hukum yang diambil Mosley.

AAA mengatakan, meski ketua FIA itu mengatakan meski yang dilakukan Presiden FIA itu adalah pribadi, namun dampaknya terhadap citra badan dunia dan konstituennya menjadi masalah publik.

"Bagi suatu organisasi, dan pimpinan mereka, menjaga moral yang diperlukan untuk mewakili jutaan motoris dan perizinan kegiatan olahraga bermotor, harus mempunyai standar moral yang tinggi dan tingkah laku yang etis," demikian bunyi pernyataan itu.

"AAA mengakui bahwa Mosley sudah mengabdikan sebagian besar hidupnya untuk kemajuan dan kepentingan dunia olah raga bermotor."

"Tapi setelah mempertimbangkan dengan hati-hati AAA menyampaikan kepada Mosley bahwa, demi kebaikan semua yang berkepentingan, dia harus mundur."

Mosley, yang mengatakan dia mendapat dukungan dari 20 klub FIA dan 50 perwakilan lainnya, meminta diadakan pertemuan luar biasa badan dunia itu yang akan dilangsungkan di Paris dalam waktu dekat.

"Pelanggaran itu sepertinya bukan karena apa yang saya lakukan tetapi karena hal itu tersiar ke publik," dia menulis dalam surat kepada ADAC.

"Tapi saya tidak berperan dalam hal ini, bahkan saya telah berusaha agar hal itu tetap menjadi hal pribadi. Saya adalah korban dari persekongkolan menjijikkan."

"Ini akan menjadi jelas ketika masalah itu diungkap di pengadilan. Koran itu mengarang hal ini (pesta gaya Nazi) untuk membumbui cerita mereka dan memperkenalkan latar belakang keluarga saya."

"Saya pikir ini tidak akan berdampak terhadap kerja saya mengenai keselamatan bermotor, lingkungan atau olahraga," lanjut Mosley.

"Saya percaya para orang dewasa abad ke-21 ini tidak khawatir tentang masalah seks pribadi sepanjang hal itu legal dan tidak berbahaya. Saya akan mengemukakan pandangan ini dalam sidang sidang umum (FIA) yang akan diselenggarakan," demikian Mosley. (*/bun)