< >

Penderita Gizi Buruk di NTT Terus Diberi Makanan Tambahan

Minggu, 06 April 2008 20:28
Kapanlagi.com - Anak-anak usia di bawah lima tahun (balita) penderita gizi buruk dan gizi kurang di Kabupaten Rote Ndao, Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur (NTT) terus diberi makanan tambahan untuk meningkatkan daya tahan tubuh sekaligus untuk memperbaiki gizi anak bersangkutan.

"Korban gizi buruk akan diberi makanan tambahan selama 90 hari, sedang gizi kurang diberi makanan tambahan selama 60 hari. Sementara yang kelainan klinis akan mendapat perawatan lebih lanjut di rumah sakit setempat," kata Wakil Bupati Rote Ndao, Bernard Pelle ketika dihubungi dari Kupang, Minggu.

Jumlah penderita gizi buruk saat ini, menurut dia, mencapai sekitar 227 orang, gizi kurang berjumlah sekitar 1.247 orang, sedang kelainan klinis berjumlah 19 orang dari sekitar 15.178 bayi yang mendapat pelayanan di 317 pos pelayanan terpadu (Posyandu) di wilayah Rote Ndao.

Program pemberian makanan tambahan tersebut, tambahnya, hanya bersifat pendampingan, sementara program selanjutnya dilakukan sendiri oleh orang tuanya masing-masing.

"Memang sulit rasanya karena hampir sebagian besar keluarga penderita gizi buruk dan gizi kurang adalah orang-orang yang tingkat kesejahteraannya masih di bawah rata-rata. Kemampuan kita hanya sampai sebatas itu saja," katanya.

Wakil Bupati Rote Ndao juga menyatakan kekesalanya dengan sikap seorang ibu yang memaksa anaknya keluar dari rumah sakit umum Ba'a di ibukota Rote Ndao, ketika diminta untuk rujuk ke RSUD Prof WZ Johannes Kupang.

"Semua biaya perawatan di rumah sakit menjadi tanggungan pemerintah, namun sang ibu menolak ketika diminta untuk rujuk ke Kupang," katanya.

Menurut dia, ia akan berkunjung ke rumah keluarga itu untuk meminta sang ibu merelakan anaknya untuk dirujuk di RUSD Prof WZ Johannes Kupang karena mengalami kelainan klinis.

"Saya tidak mau pemerintah disudutkan dengan alasan tidak mendapat perhatian. Karena itu, saya akan memaksa sang ibu agar anaknya dapat dirujuk di RSUD Prof WZ Johannes Kupang. Saya tidak mau ada lagi korban yang meninggal karena masalah gizi buruk," ujarnya.

Sejauh ini, empat balita tewas dalam kasus gizi buruk dan gizi kurang ini, karena terlambat mendapat pertolongan dari puskesmas terdekat.

"Upaya yang kita lakukan sekarang adalah dengan memberikan makanan tambahan untuk meningkatkan daya tahan tubuh sekaligus untuk menambah gizi anak yang menjadi korban gizi kurang dan gizi buruk serta kelainan klinis," ujarnya. (*/bun)