
"Main di film ini lebih kayak kangen-kangenan, nostalgia tepatnya. Kita udah lama kan ga main bareng, jadinya di tempat syuting sering guyon, peluk-pelukan dan pukul-pukulan," ujar Christine.
"Namun bukan pukul beneran lho, lebih ke pukulan manja gitu," sambungnya saat prescreening film IN THE NAME OF LOVE di Plaza Senayan, Minggu (6/4).
Menurut aktris yang bisa dibilang legendaris ini, syuting yang tak kenal waktu pun menjadi begitu ringan karena setiap pemain selalu saling dukung dan tentunya humor-humor segar dari rekannya yang kerap muncul selama proses syuting.
"'Tolong panggil ambulance!', itulah canda yang sering kita ucapkan saat salah satu pemain merasa sangat capek dengan take yang kadang dilakukan sampai jam 2 pagi. Jadi semua saling menghibur dan mendukung," ungkapnya.
Sikap rendah hati selalu tercermin saat ia dipuji tentang kualitas perannya meski tak dapat dipungkiri, akting seorang Christine Hakim dalam setiap film memang selalu maksimal dan patut diacungi jempol.
"Dari awal masuk dunia ini saya hanya ingin belajar dan terus belajar, hingga hari ini. Lagian saya juga harus bersyukur bisa kerjasama dengan sutradara yang tahu apa yang harus ia lakukan dan patner main yang serius dan humble, jadi ikatan batin bisa tercipta dengan baik," ucapnya merendah. (kpl/ant/tri)
Lihat Profil: Rudi Soedjarwo, Christine Hakim, Tutie Kirana, Roy Marten