Vino G Bastian misalnya, meski telah beberapa kali membintangi film dengan berbagai karakter, aktor muda ini pun merasa kesulitan untuk berperan sebagai Abimanyu Hidayat dalam film garapan Rudi Soedjarwo, IN THE NAME OF LOVE. Hal itu karena ia dituntut untuk berubah karakter dari adegan marah ke adegan menangis dengan cepat.
"Aku ditunggu sampai 7 jam untuk bisa keluarin air mata, bayangin aja dari marah aku harus nangis. Aku kan bukan tipe orang yang punya sensitivitas tinggi. Namun Alhamdulillah semua berjalan lancar karena bantuan Mas Rudi yang sempet bilang, yang penting inner-nya bukan air mata," ungkap Vino saat press screening film IN THE NAME OF LOVE di Plaza Senayan, minggu (06/04).
Bagi Vino – sapaan akrabnya - kepuasan dalam berakting bukanlah dinilai dengan didapatnya berbagai penghargaan, namun lebih kepada diterima atau tidak akting yang ia lakoni oleh sutradara dan masyarakat.
"Bagi aku penghargaan itu layaknya bonus atas suatu karya yang kita kerjakan dan kepuasan batin adalah ketika kita bisa melakukan apa yang sutradara inginkan dan bagaimana karya kita bisa diakui masyarakat luas," papar peraih 3 piala emas Indonesian Movie Awards beberapa waktu lalu.
"Harapan aku hanya ingin terus berkarya dan menjadi suatu bagian kecil dari perkembangan perfilman Indonesia," pungkasnya. (kpl/ant/tri)
Lihat Profil: Vino G Bastian, Rudi Soedjarwo