< >

AS-Korut Jadwalkan Perundingan Nuklir di Singapura

Senin, 07 April 2008 22:16
Kapanlagi.com - Para perunding Amerika Serikat dan Korea Utara dijadwalkan akan bertemu Selasa di Singapura, meningkatkan harapan-harapan kemajuan atas perundingan nuklir yang terhenti dan dipandang sebagai isyarat positif.

Meskipun Departemen Luar Negeri AS sangat berhati-hati terhadap harapan-harapan yang terlalu banyak dari perundingan itu, satu sumber diplomatik Senin mengatakan bahwa kesediaan perunding nuklir tertinggi Korea Utara, Kim Kye Gwan, untuk datang ke negara kota itu merupakan perkembangan optimistis.

Mitra dialognya dari AS, Christopher Hill, menyatakan harapan bagi adanya `beberapa kemajuan` dalam pertemuan di Singapura, sebelum dia bertolak ke negara kota Asia Tenggara itu dari Timor Timur.

Hill berusaha mengadakan pembicaraan dengan Korea Utara mengenai deklarasi kegiatan dan program nuklir yang telah mereka janjikan.

Berdasarkan kesepakatan bantuan untuk denuklirisasi, Pyongyang mengklaim bahwa pihaknya telah memberikan catatan mengenai kegiatan dan program nuklirnya pada beberapa bulan yang lalu, namun AS berpendapat bahwa deklarasi yang diajukan itu tidak lengkap dan tidak mencantumkan uraian tentang kecurigaan-kecurigaan berkaitan dengan program pengayaan uranium dan proliferasi nuklir ke Suriah. Washington juga menyinggung tidak diungkapkannya seluruh program penting seperti yang diinginkan dalam perundingan-perundingan nuklir enam negara dengan Korea Utara, yang juga melibatkan China, Jepang, Rusia dan Korea Selatan.

"Singapura berharap kedua pihak akan melakukan diskusi dengan baik yang akan membuat perundingan enam negara mencapai kemajuan, dalam mengupayakan denuklirisasi di Semenanjung Korea," kata Kementerian Luar Negeri Singapura.

Upaya-upaya untuk membujuk Korea Utara melakukan perlucutan senjata nuklir telah mengalami kebuntuan, dan Hill serta Kim tak bisa memecahkan kebuntuan itu dalam perundingan-perundingan di Jenewa Maret lampau.

Hill dijadwalkan akan terbang ke Beijing untuk mengadakan pembicaraan dengan para pejabat China setelah melakukan perundingan dengan Kim. China adalah tuanrumah perundingan enam negara tersebut. (kpl/dar)