Rencana mengumpulkan pengusaha itu disampaikan Ketua Umum Persebaya Saleh Ismail Mukadar saat ditemui wartawan di Surabaya, Senin.
Gagasan mengumpulkan pengusaha itu sebelumnya pernah diutarakan Saleh Mukadar saat terpilih menjadi ketua umum Persebaya pada musyawarah cabang luar biasa (muscablub) pertengahan Maret lalu.
Langkah ini juga pernah dilakukan Saleh Mukadar saat menjadi manajer Persebaya pada kompetisi Liga Indonesia musim 2004 dan 2005.
"Kalau misalnya satu pengusaha atau perusahaan menyumbang Rp10 juta setiap bulan, sudah pasti dana yang terkumpul untuk Persebaya sangat besar. Dan itu sudah cukup untuk membiayai operasional selama kompetisi," katanya.
Sejumlah perusahaan besar yang ada di Surabaya, seperti PT Maspion, Telkom, Pelindo, Petikemas, dan pengusaha lokal, akan diundang dalam acara launching Persebaya.
"Saya yakin mereka bersedia. Tapi kalau mereka tidak mau datang bahkan tidak bersedia memberi dukungan, maka loyalitasnya kepada kota Surabaya patut dipertanyakan," ujar Saleh yang juga Ketua Komisi E DPRD Jatim itu.
Ia menambahkan pengusaha atau perusahaan penyumbang itu dipastikan mendapat kompensasi. Namun belum dipastikan bentuk kompensasinya, apakah berupa pencantuman logo sponsor pada kaus tim atau lainnya.
Pada musim 2007 lalu, mantan Ketua Umum Persebaya Arif Afandi pernah melakukan penggalangan dana dari pengusaha saat launching tim, tapi hasilnya tidak maksimal.
Bahkan dari ratusan pengusaha yang diundang, hanya beberapa orang saja yang bersedia datang. Padahal pada musim 2007 lalu, Persebaya masih mendapatkan dukungan APBD sekitar Rp15 miliar yang sebenarnya cukup untuk membiayai kompetisi.
Sementara pada musim 2008 ini, tim berjuluk "Green Force" itu sudah tidak lagi mendapat sokongan dana dari APBD (setelah keluarnya larangan dari Mendagri), sehingga untuk biaya operasional ikut kompetisi, manajemen harus mencari dukungan sponsor dan bantuan dari pihak lain. (*/rsd)