"Kalau jadi PD, Persik tidak akan lepas dari pemerintah. Lain halnya jika berbentuk PT atau CV," kata Walikota Kediri, HA Maschut, Selasa.
Saat ini, dia sedang mengajukan draf usulan pembentukan Persik sebagai PD kepada DPRD Kota Kediri, agar dibuatkan peraturan daerah.
Ia menjelaskan, nantinya Persik akan mendapatkan dana dari APBD sebagai bentuk penyertaan modal pemerintah daerah.
"Selain itu, kami juga akan mencari penghasilan lainnya dari menyewakan stadion dan pembukaan lembaga sekolah sepak bola," kata Ketua Umum Persik itu.
Dengan bentuk badan hukum baru sesuai aturan PSSI itu, Panitia Penyelenggara (Panpel) Persik akan menaikkan harga tiket masuk di setiap pertandingan tim dua kali juara Ligina itu yang digelar di Stadion Brawijaya, Kediri pada musim kompetisi Liga Super 2008.
"Kami sudah memutuskan untuk menaikkan harga tiket masuk, karena untuk tiket ini sudah tidak disubsidi lagi seperti tahun-tahun sebelumnya," kata Maschut.
Ia memperkirakan, kenaikan tiket itu berkisar antara 50 hingga 100% dari harga sebelumnya, yakni Rp15.000 untuk kelas ekonomi, Rp25.000 (kelas utama), dan Rp35.000 kelas VIP.
Dalam waktu dekat ini, Pemkot Kediri akan membenahi beberapa fasilitas di Stadion Brawijaya, seperti yang ditetapkan Badan Liga Indonesia (BLI) sebelum Persik mengikuti kompetisi yang diperkirakan akan kembali bergulir pada Juli mendatang.
Kendati untuk musim kompetisi mendatang Persik sudah mengontrak sejumlah pemain papan atas di Tanah Air, namun tim yang mendapatkan kucuran APBD Kota Kediri 2008 sebesar Rp7 miliar itu masih akan mendatangkan beberapa pemain lagi, terutama untuk memperkuat barisan depan.
Sebelumnya, Persik telah mendapat kepastian dari pabrik rokok PT Gudang Garam yang bersedia memberikan suntikan dana dengan kompensasi pemasangan logo produk rokok yang diproduksi di Kediri itu. (*/rsd)