< >

Jimmy Carter Temui Maois Nepal Meski AS Anggap Teroris

Rabu, 09 April 2008 06:32
Kapanlagi.com - Mantan presiden AS Jimmy Carter telah menemui pemimpin bekas pemberontak Maois Nepal Selasa (8/4), meskipun kelompok itu tetap digolongkan oleh AS sebagai organisasi 'teroris' asing.

Carter, yang organisasi demokrasi dan hak asasi manusianya akan mengawasi pemilihan penting Kamis di negara Himalaya itu, telah diberi jaminan oleh Maois bahwa pemilihan tersebut akan damai.

"Presiden Carter ingin mengetahui mengenai situasi pemilihan dan menyampaikan kekhawatirannya mengenai apakah pemilihan itu akan bebas dan adil atau tidak," Baburam Bhattarai, pemimpin nomer dua Maois, mengatakan pada wartawan setelah pertemuan.

"Kami menjamin dia bahwa pemilihan akan diadakan dengan cara damai dan kami telah mengikatkan diri pada pemilihan damai," kata Bhattarai setelah pertemuan antara dirinya, Carter dan pemimpin Maois Prachanda itu.

Menjelang pemilihan telah dinodai dengan kekerasan oleh semua partai politik, tapi khususnya Maois, PBB mengatakan.

Maois -- yang telah melakukan perang gerilya satu dasawarsa lamanya yang ditujukan untuk menggulingkan monarki -- telah menandatangani perjanjian damai akhir 2006, tapi masih dalam daftar organisasi teroris AS.

Pemilihan itu merupakan bagian penting dari perjanjian damai tersebut, dan akan memilih badan yang diperkirakan akan menghapuskan monarki Nepal dan juga menyusun konstitusi baru.

Bunuh Delapan Warga India

Sementara itu, pemberontak Maois juga dikabarkan menghadang dan membakar kendaraan warga pada Selasa (8/4) di India timur, membunuh kedelapan orang di dalamnya, kata polisi.

Serangan itu terjadi di daerah berhutan Gumla, 170 kilometer dari Ranchi, ibukota negara bagian Jharkhand, kata jurubicara polisi Raj Kumar Mallik.

"Dalam penyergapan itu, kedelapan orang tersebut cedera di kendaraan itu. Sesudah melukai mereka, pemberontak Maois tersebut membakar kendaraan itu dan semuanya tewas," katanya.

Korban itu adalah anggota kelompok 'Shanti Sena' atau 'Kekuatan Perdamaian', yang dibentuk pemerintah lebih dari dua dasawarsa lalu untuk menghadapi pemberontak Maois.

Maois bergiat di 18 dari 24 daerah negara bagian, tempat lebih dari 1.000 orang --penduduk, anggota keamanan dan pemberontak-- tewas dalam tujuh tahun terahir.

Pemberontakan Maois, yang muncul dari pemberontakan buruh tani pada 1967, menjalar ke-15 dari 29 negara bagian India dari empat pada 1996.

Perdana Menteri Manmohan Singh menggambarkan pemberontak itu sebagai satu-satunya ancaman terbesar pada keamanan dalam negeri India. Mereka secara teratur membunuh polisi dan menyerang sarana pemerintah di wilayah luas India timur dan tengah. (kpl/dar)


BERITA TERKAIT