Setelah kalah 1-2 pada pertandingan pertama minggu lalu, hasil menang Selasa malam membuat pasukan Avram Grants itu menang agregat 3-2.
Chelsea hanya butuh waktu empat menit untuk mengusir penampilan grogi mereka. Setelah unggul 1-0, dengan keuntungan unggul gol tandang, membuat tim itu secara teoritis sudah aman dalam pertandingan itu dan hingga akhir pertandingan nyaris tidak mengalami ancaman serius.
Lampard memegang peranan dalam menciptakan angka angka pertama, dengan melakukan tendangan akurat dari titik bebas di sayap kanan.
Ballack menyambut bola yang melayang dan penjaga gawang Volkan Demirak tidak mampu menjinakkan bola yang meluncur keras ke dalam gawangnya.
Gol itu merupakan gol keenam pemain Jerman itu musim ini dan gol itu memupus harapan Fenerbahce yang menang pada pertandingan yang pertama.
Tim asuhan Zico itu, malah memperagakan permainan lebih buruk pada putaran sebelumnya, ketika mereka bertemu dengan Sevilla dan kalah 0-2 hanya dalam waktu 10 menit.
Bangkit kembali merupakan ciri mereka musim ini. Mereka meraih empat angka dalam laga grup dua melawan CSKA Moscow setelah sebelumnya berada di bawah keduanya dan kemudian bangkit kembali setelah kecolongan 0-1 saat mengalahkan Kayserispor dengan dua gol pada 25 menit akhir di laga liga Sabtu, tetapi kali ini tidak seperti itu.
Namun mereka tetap tidak panik dan bahkan dapat tampil berbahaya dan drama pertama terjadi dalam kotak berbahaya Chelsea ketika pertandingan sudah berlangsung 24 menit, ketika penjaga gawang Carlo Cudicini tergeletak karena cedera kaki.
Dengan tidak diperkuat Petr Cech, pemain nomor satu mereka, yang harus mendapat 50 jahitan karena cedera dalam latihan akibat bertabrakan dengan pemain bertahan Tal Ben Haim, sehingga Chelsea harus bermain dengan pemain ketiga mereka, Hilario.
Ia terlibat permainan babak pertama dan mengamankan serangan Diego Lugano yang melakukan tendangan keras dari titik bebas.
Pertandingan babak kedua kelihatannya tinggal tunggu waktu saja, karena Chelsea mendominasi permainan sedangkan pemain Fenerbahce amat sulit mendapatkan bola dari para pemain lawan mereka.
Lampard memiliki peluang dari ruang terbuka tiga menit menjelang pluit panjang berbunyi, ketika mendapat umpan menyilang dari Michael Essiens, dan bola menyerobot ke dalam ruang menggetarkan jala gawang.
Nasib sial mereka terjadi ketika Essien mendapat kartu hukuman empat menit menjelang pertandingan bubar, sehingga pemain itu akan absen pada pertandingan pertama semifinal.
Chelsea akan bertemu dengan Liverpool untuk ketiga kalinya dalam empat tahun pada pertandingan semifinal akhir bulan ini. (*/cax)