Pelatih asal Israel yang selalu hati-hati itu belum mau berkomentar soal pertemuan mereka dengan Liverpool di semifinal untuk ketiga kalinya dalam empat tahun terakhir, meski ia berkata dia adalah orang yang optimistis.
Chelsea lolos dengan agregat 3-2 berkat gol Michael Ballack pada menit keempat dan Frank Lampard menjelang pertandingan berakhir, setelah kalah 1-2 pada pertandingan pertama di Istanbul sepekan lalu.
"Saya merasa senang karena target kami adalah masuk semifinal. Ini tidak mudah. Kami mengawali pertandingan dengan baik tetapi kemudian menjadi gugup...hal terpenting adalah hasil," tutur Grant.
Chelsea tampak gugup dan kurang padu hampir sepanjang pertandingan dan Fenerbahce menekan mereka hingga gol Lampard pada menit ke-87 memastikan kemenangan.
Menghindari pertanyaan mengenai Liverpool, yang telah mengalahkan Chelsea dalam dua pertandingan semifinal sebelumnya di Liga Champion, termasuk lewat adu penalti musim lalu, Grant hanya berkata, "Kami akan melakukan yang terbaik. Saat pertandingan itu datang, kami akan membicarakannya."
Namun kemudian ia menambahkan, "Saya pada dasarnya optimistis...Saat saya mengambil alih tim saya yakin kami bisa melakukan hal yang baik...sekarang saya yakin kami berada di jalurnya," kata Grant yang mengambil alih jabatan itu dari Jose Mourinho pada September lalu.
Untuk pertandingan melawan Liverpool nanti sepertinya Chelsea tidak akan diperkuat dua kiper terbaik mereka setelah Carlo Cudicini cedera urat lutut pada babak pertama dan digantikan kiper ketiga Hilario.
"Tampaknya tidak bagus untuk Carlo...Kami harus menunggu dan melihat," kata Grant.
Kiper pertama Petr Cech, yang sempat absen selama sebulan karena cedera pergelangan kaki, menderita cedera kepala dalam latihan dan luka di wajahnya cukup parah sehingga membutuhkan jahitan dan operasi plastik. Belum jelas kapan ia akan bermain lagi.
Pelatih Fenerbahce Zico mengatakan timnya, tim pertama dari Turki yang lolos ke perempat final Liga Champion, cukup kecewa tetapi belajar banyak dari banyak tim besar setelah sempat berjalan jauh di kompetisi itu.
"Para pemain melakukan yang terbaik tetapi kami tidak beruntung. Kami menciptakan peluang tetapi tidak bisa menjadikannya gol," ujar mantan pemain tim nasional Brazil itu.
"Saat anda kebobolan di lima menit awal melalui sebuah sundulan akibat pelanggaran yang tidak perlu...jelas anda perlu bekerja keras setelahnya," katanya.
"Tetapi ini adalah pengalaman yang hebat, melawan tim yang hebat dan motivasi kami adalah menjadi lebih baik...dan kembali ke Liga Champion lagi musim depan," demikian Zico. (*/cax)