< >

Soal 'Insider Trading', Pemimpin Airbus Tolak Tuduhan Perancis

Rabu, 09 April 2008 12:15
Kapanlagi.com - Kepala pembuat pesawat Eropa Airbus mengatakan bahwa ia dan sejumlah pejabat lainnya tidak bersalah dalam insider trading, dan menolak penyelidikan Prancis terhadap tuduhan itu sebagai tidak kompeten.

Sangkalan dari CEO Airbus Tom Enders itu menyusul sebuah laporan bahwa sejumlah penyelidik sedang menyelidiki tuduhan penjualan saham sebelum perusahaan induk EADS mengumumkan penundaan pesawat superjumbo A380 pada 2006, yang membuat sahamnya turun tajam.

Enders mengatakan bocornya penyelidikan itu ke sebuah laman internet Prancis yang melaporkan mereka pada Selasa "mengejutkan", dan bahwa eksekutif dari Airbus dan EADS tidak bersalah.

"Saya tahu saya tidak melakukan kesalahan apa pun dan saya katakan yang sama untuk seluruh manajer yang dianggap terlibat," katanya dalam keterangan media di Selandia Baru.

"Saya sangat yakin tidak ada tindakan yang salah. Kami akan menunjukkan bahwa orang-orang yang telah melakukan penyelidikan tidak melakukannya dengan cara yang kompeten," katanya.

Layanan berita internet Prancis, Mediapart mengatakan bahwa Prancis sedang menyelidiki 17 pejabat di Airbus dan EADS untuk mengetahui apakah mereka telah menjual saham untuk memecahkan informasi orang dalam yang mereka miliki tentang penundaan produksi superjumbo itu.

Mediapart menyebut sumber laporannya adalah regulator, Otoritas Pasar Keuangan (AMF) Prancis. Pimpinan AMF mengkritik kebocoran itu namun menolak berkomentar mengenai isi informasi itu.

Enders menyebut kebocoran itu "mengejutkan" dan "tidak dapat diterima", dan bersikeras bahwa eksekutif yang disebut-sebut itu akan melawan balik.

"Kami akan mempertahankan reputasi kami dan hak kami untuk dianggap tidak bersalah dengan segala cara pada penjualan kami," katanya.

"Nama-nama kami tercoreng... dan kami adalah sasaran empuk. Jadi kami sangat berharap bahwa tuduhan ini kini dibuka, dan para manajer kini tahu apa yang dituduhkan, jadi kami dapat mempertahankan diri kami."

Pesawat tingkat A380 merupakan pesawat penumpang terbesar yang pernah dibuat, dan telah menjadi andalan Airbus untuk bersainga dengan saingannya dari AS Boeing.

Pesawat itu melakukan penerbangan komersial perdananya pada Oktober setelah menghabiskan biaya miliaran dolar AS dan penundaan berbulan-bulan.

Mediapart mengatakan bahwa diantara mereka yang diselidiki adalah Enders dan mantan wakil kepala eksekutif EADS Noel Forgeard, serta pemegang saham termasuk pembuat otomotif Jerman, Daimler dan perusahaan media dan pertahanan Prancis, Lagardere.

AMF sebelumnya mengumumkan bahwa ada penyebab untuk tindakan yang dilakukan sejumlah orang di EADS atas tuduhan "insider trading" pada akhir 2005 dan pada awal 2006, namun tidak menyebutkan satu nama pun.

Pada Maret 2006, EADS memangkas target penyerahan 2007-nya untuk pesawat udara superjumbo yang baru.

Pada akhir bulan itu, Lagardere dan ketika itu DaimlerChrysler mengatakan mereka masing-masing akan menjual 7,5 persen saham di EADS.

Penundaan A380 diumumkan kepada publik pada Juni 2006, yang membuat harga saham EADS turun lebih dari 26 persen.

AMF langsung mengatakan bahwa pihaknya sedang memperhatikan transaksi tertentu saham sebelumnya, dan pada Juli 2006, Forgeard mundur. Ia membantah melakukan kesalahan. (kpl/rit)