Satu pabrik pembuatan bom ditemukan di rumah kosong itu, kondisi yang menunjukkan kehadiran jaringan "pelaku teror" di Nouakchott, ibukota Mauritania di Afrika barat-laut, kata polisi.
Penyergapan tersebut dilakukan menyusup baku-tembak antara polisi dan gerilyawan Senin malam di rumah yang sama. Operasi Selasa adalah suatu upaya untuk membuat pria bersenjata yang masih bersembunyi "meninggalkan sarang mereka".
Polisi mencabut pernyataan sebelumnya bahwa orang yang diduga memiliki hubungan dengan Al-Qaeda dan dicari karena membunuh empat wisatawan Perancis termasuk di antara mereka yang ditangkap Senin.
Pria itu, Sidi Ould Sidna, adalah salah satu dari tersangka dalam pembunuhan wisatawan tersebut pada Desember 24, yang memaksa pembatalan rally motor Dakar.
Namun polisi mengatakan ia mungkin termasuk di antara mereka yang meloloskan diri dalam penyergapan Selasa.
"Ia masih berkeliaran," kata sumber itu mengenai Ould Sidna, orang yang diduga terlibat dengan satu kelompok asal Aljazair dan memiliki hubungan dengan jaringan Al-Qaeda serta aktif sejak awal 2007 di Ajlazair dan tetangganya, Mauritania serta Mali.
Beberapa sumber keamanan mengatakan satu mobil yang berisi lima atau enam orang berhasil lolos selama bentrokan Senin malam di bawah tembakan perlindungan dari beberapa pria di dalam rumah tersebut.
Beberapa personil belakangan menemukan seorang pria yang cedera di mobil yang ditinggalkan itu. Seorang petugas keamanan mulanya telah mengatakan pria yang ditangkap tersebut menderita luka tembak dan polisi hampir yakin bahwa ia adalah Ould Sidna.
Polisi mengepung bangunan itu Selasa pagi karena menduga gerilyawan garis keras masih berada di dalamnya, kemudian bergerak masuk dengan dukungan tentara pada pukul 07:30 waktu setempat (14:30 WIB) setelah menembakkan gas air mata dan senjata otomatis, kata beberapa saksi mata.
"Tak ada seorang pun di sana, hanya amunisi dan beberapa barang pribadi," kata satu sumber.
Orang yang bersembunyi setelah baku-tembak Senin berjumlah lima dan bukan selusin sebagaimana dilaporkan sebelumnya, kata beberapa sumber keamanan.
Seorang tersangka gerilyawan tewas, seorang lagi cedera dan tiga melarikan diri, kata mereka. Mereka menambahkan bahwa mereka percaya Ould Sidna mungkin termasuk di antara ketiga orang itu.
Seorang personil polisi mengatakan pasukan keamanan yang menyerbu rumah tersebut Selasa menemukan laboratorium yang beroperasi penuh untuk membuat peledak.
Keberadaannya menunjukkan keberadaan jaringan "pelaku teror" di ibukota untuk mempersiapkan operasi, kata seorang perwira.
pasukan keamanan mengatakan bahwa setelah ia melarikan diri dari ruang pengadilan, polisi telah melacak Ould Sidna hingga ke alamat satu kelompok yang dekat dengan Al-Qaeda, Kamis lalu, tapi ia menghindar dari mereka.
Pemerintah Mauritania belakangan berikrar akan menindak kelompok garis keras itu. (*/cax)