Menurut George Iacovou, pembantu senior pemimpin Siprus Yunani --Demetris Christofias, ia telah merancang agenda bersama Ozdil Nami -- penasehat pemimpin Siprus Turki, Mehmet Ali Talat.
Kedua utusan tersebut telah menyelenggarakan pertemuan rutin dalam dua pekan terakhir, dan menyelesaikan kerangka kerja perundingan persiapan bagi penyelesaian yang dapat diterima kedua pihak bagi masalah Siprus, yang telah berlarut-larut selama beberapa dasawarsa.
Mereka akan terus membahas dan menuntaskan agenda bagi delapan komite teknis dan kelompok kerja lain, kata Iacovou.
Sebanyak 13 kelompok kerja dan komite teknis akan dibentuk oleh kedua pihak. Kelompok kerja akan memusatkan perhatian pada berbagai masalah mendasar seperti pembagian kekuasaan, keamanan dan harta-benda sementara komite teknis memusatkan perhatian pada masalah sehari-hari.
Pemimpin kedua masyarakat tersebut bulan lalu menyepakati satu terobosan guna menghidupkan kembali pembicaraan yang macet bagi penyatuan kembali pulau di bagian timur Laut Tengah itu --yang tetap terpecah sejak 1974.
Pada Kamis, satu jalan niaga penting yang dibagi-dua menyusul bentrokan antar-masyarakat pada 1960-an di Nikosia lama dibuka kembali, tindakan yang dipandang sebagai langkah simbolis penting di jalan menuju penyatuan kembali pulau terpecah itu.
B. Lynn Pascoe, Wakil Sekretaris Jenderal PBB Urusan Politik, awal bulan ini, setelah misi penilaian di Siprus, mengatakan ia melihat nada positif dan perasaan jelas mengenai momentum di kedua masyarakat. (*/cax)