< >

Obama Himbau Dialog Dengan Iran Tentang Irak

Rabu, 09 April 2008 17:19
Kapanlagi.com - Bakal calon presiden dari kubu Demokrat, Barack Obama, Selasa, menghimbau "penambahan diplomatik" termasuk dialog dengan musuh bebuyutan AS, Iran, untuk membantu menstabilkan keadaan di Irak.

Senator Illinois itu, yang bersaing dengan Hillary Clinton untuk menjadi calon presiden dari partai Demokrat, menghimbau agar lebih banyak desakan kepada pemerintah Irak untuk melaksanakan rekonsiliasi politik dan "penambahan diplomatik termasuk dengan Iran".

"Kita sebaiknya berbicara juga dengan mereka," kata Obama kepada David Petraeus, panglima AS di Irak, dan duta besar untuk Irak, Ryan Crocker.

"Saya tidak yakin kita bisa menstabilkan keadaan tanpa hal tersebut," Obama mengatakan kemudian menambahkan bahwa rencana penarikan pasukan AS diperlukan guna memaksa faksi-faksi di Irak mau bekerja bersama.

"Saya pikir penambahan tekanan itu dilakukan dengan cara yang terukur ... termasuk jadwal penarikan. Tak ada yang menginginkan penarikan secara tiba-tiba."

Obama sebelumnya diserang oleh Hillary dan bakal calon presiden dari kubu Republik, John McCain, karena menyatakan ia, jika terpilih sebagai presiden, akan menawarkan dialog dengan musuh-musuh AS termasuk Iran.

Dia mengingatkan kembali bahwa ia sejak awal menentang perang Irak. Ketika pemungutan suara di kongres sebelum serbuan ke Irak, Hillary memberi suara setuju untuk perang tersebut.

"Saya masih yakin bahwa keputusan awal untuk berperang ke Irak adalah kecerobohan strategis yang sangat besar, dua hal yang anda jelaskan, Al-Qaeda di Irak dan bertambahnya pengaruh Iran di kawasan itu, adalah akibat langsung dari keputusan awal itu."

"Bukan anda yang membuat keputusan itu. Saya tidak akan minta tanggung jawab anda. Anda yang membersihkan kekacauan setelahnya."

AS dan Iran belum pernah berdialog tahun ini. Kedua pihak pada tahun lalu melakukan tiga putaran dialog mengenai Irak meski ketegangan menyangkut program Nuklir Teheran kian meningkat. Kedua negara tidak mempunyai hubungan diplomatik resmi sejak tahun 1980.

Dubes Crocker dan timpalannya dari Iran, Hassan Kazemi Qomi, mengadakan pembicaraan langsung pada Mei dan Juli tahun lalu. Pejabat tingkat ahli dari kedua negara juga bertemu pada Agustus tahun lalu namun sejak itu belum pernah ada lagi pertemuan serupa. (*/cax)