
Untuk itu, Rieke Dyah Pitaloka, aktris yang juga anggota partai politik PDIP, menilai kasus penangkapan Al Amin menunjukkan tak ada yang salah dengan lirik lagu Slank yang kini gencar diperdebatkan itu.
"Berarti kan lagu Slank memang terbukti," ujarnya saat di temui di sela-sela Diskusi Budaya, Amandemen UUD 1945 di Hotel Sultan, Jakarta, Rabu (9/4).
Pemeran Oneng dalam sitkom Bajaj Bajuri itu memberi dukungan kepada kelompok Slank, yang dinilainya berani menyuarakan suara hati lewat lagu-lagu semacam itu. "Karena kalau disindir pun sudah enggak mempan," ujarnya.
Mengenai lirik lagu Gosip Jalanan, Rieke berkomentar, "Saya tidak melihat kalau lirik itu menghakimi anggota Dewan. Kalau ada kata 'mafia di Senayan', itu bukan berarti semua anggota Dewan adalah mafia. Ibarat mafia Italia, bukan berarti orang Italia semuanya mafia bukan?"
"Masyarakat sudah tahu bahwa yang keluar masuk Senayan kan tidak hanya anggota Dewan, banyak juga kan orang-orang yang masuk ke sana kerjanya cuma jadi makelar politik," katanya.
Sementara itu, anggota dewan badan kehormatan DPR, Gayus Lumbun, telah meminta agar polemik antara DPR dan Slank segera diakhiri.
Artinya, pihak DPR tidak akan meneruskan persoalan tersebut. "Saya memang sudah dengar kabar itu," ujar Rieke.
Syair dalam lagu Gosip Jalanan itu antara lain berbunyi Mau tau gak mafia di senayan, kerjanya tukang buat peraturan, bikin UUD ujung-ujungnya duit.
Sejumlah anggota DPR menilai lirik lagu Gosip Jalanan yang dilantunkan oleh Slank dalam album PLUR dan dirilis tahun 2004 dinilai telah melecehkan kelembagaan DPR.(*/boo)
Lihat Profil: Rieke Dyah Pitaloka, Slank, Kristina