"Undian ini cukup baik bagi kami (Indonesia), mudah-mudahan hasilnya juga baik, saya berharap bisa meraih dua poin di hari pertama," ujar kapten tim Indonesia Suwandi usai pengundian yang dilakukan di Sekretariat PP Pelti di Jakarta.
Indonesia akan menghadapi China dalam semifinal Grup II Zona Asia/Oceania Piala Davis di Stadion Tenis Gelora Bung Karno, Jakarta.
Berdasarkan pengundian tersebut, pada hari pertama Jumat (11/4) tunggal kedua Indonesia Ayrton Wibowo bertemu tunggal pertama China Bai Yan pada pertandingan pertama, dilanjutkan Christopher Rungkat yang menjadi tunggal pertama Indonesia bertemu tunggal kedua China Li Zhe.
"Saya belum pernah bertemu Bai tetapi pernah melihat dia bermain. Peringkat saya memang jauh di bawah Bai jadi saya akan bermain sebagai underdog, main tanpa beban," ujar Ayrton mengenai pertemuannya dengan pemain China peringkat 505 dunia itu.
Meski rata-rata pemain Indonesia berperingkat jauh di bawah pemain China (peringkat tertinggi pemain Indonesia, Christoper adalah 1471), Ketua Umum PP Pelti Martina Wijaya yakin tim Indonesia dapat meraih prestasi karena pemain-pemain China juga rata-rata belum berpengalaman dalam turnamen beregu itu.
"Dalam Piala Davis peringkat hanya acuan untuk menentukan unggulan, saya yakin kami bisa menang bila mau," katanya.
Pertandingan hari kedua mempertemukan pasangan Ketut Nesa Arta/Aditya Hari Sasongko (Indonesia) melawan Li Zhe/Gong Mai Xin.
Sementara hari terakhir mempertemukan Christopher dengan Bai dan Ayrton dengan Li.
Melihat hasil undian tersebut, tim tuan rumah Olimpiade 2008, China, juga mengaku senang karena pemain terbaiknya dapat tampil pada pertandingan pembuka.
Berdasarkan catatan pertemuan kedua tim, Indonesia hanya dua kali mengalahkan China dari total tujuh pertemuan yakni pada 1988 dan 2001 yang semuanya digelar di Jakarta. (*/cax)