Seorang prajurit tewas oleh serangan bom pinggir jalan Rabu di provinsi Salahudin, demikian satu pernyataan militer.
Prajurit kedua tewas akibat luka yang dideritanya gara-gara serangan bom pinggir jalan di sebelah timur-laut Baghdad, kata militer.
Sebelumnya, menurut satu pernyataan militer, seorang prajurit lagi tewas akibat serangan bom pinggir jalan selama operasi di sebelah timur Baghdad, Selasa.
Prajurit keempat meninggal akibat luka yang tak berkaitan dengan pertempuran sekitar pukul 05:30 waktu setempat (09:30 WIB), Rabu, kata militer tanpa menjelaskan di mana atau bagaimana prajurit tersebut tewas.
Korban jiwa paling akhir itu membuat jumlah tentara AS yang tewas di Irak jadi lebih dari 4.025 sejak perang Irak meletus pada 2003, demikian perhitungan media berdasarkan jumlah yang disiarkan Pentagon.
Dua bom mobil juga meledak Rabu di kota Mosul, ibukota provinsi Nineveh di Irak utara, menewaskan empat orang dan melukai 20 orang lagi, kata satu sumber polisi provinsi.
Perangkap berupa bom mobil meledak pada malam hari di dekat satu patroli polisi di permukiman Sa`ah di Mosul, kata Brigadir Khalid Abdul-Sattar, juru bicara bagi kantor operasi keamanan provinsi.
Beberapa menit kemudian, satu bom mobil lain meledak di tempat tersebut saat banyak orang berkumpul untuk memeriksa korban jiwa, kata Abdul-Sattar.
Sebanyak tiga personil polisi dan satu warga sipil tewas oleh dua ledakan dan sebanyak 20 orang lagi cedera, termasuk tiga personil polisi, katanya.
Mosul, sekitar 400 kilometer di sebelah utara Baghdad, telah lama menjadi ajang perlawanan dan kerusuhan antar-aliran sejak serbuan pimpinan AS pada 2003.
Sebelumnya jalan di Baghdad dilaporkan kosong dari mobil dan truk, Rabu, saat Irak memperingati ulang tahun kelima jatuhnya pemerintah Saddam Hussein sementara ibukota Irak itu berada dalam larangan keluar rumah.
Komando militer Baghdad mengumumkan larangan kendaraan mulai pukul 05:00 waktu setempat (09:00 WIB) sampai tengah malam (pukul 04:00 WIB, Kamis) untuk mencegah serangan bom bunuh diri oleh kelompok milisi Sunni pada ulang tahun penggulingan pemerintah Saddam oleh pasukan AS.
Sebagian besar jalan di ibukota Irak itu kosong karena banyak orang tinggal di rumah.
Pihak berwenang juga mengumumkan satu hari libur umum di seluruh negara tersebut.
Gerakan pimpinan ulama garis keras Syiah, Moqtada as-Sadr menyerukan unjuk rasa massa anti-Amerika tetapi membatalkannya, Selasa.
"Saya menyeru rakyat Irak agar menunda unjuk rasa itu. Saya khawatir terhadap keselamatan mereka. Saya ingin menyelamatkan darah rakyat Irak," kata as-Sadr dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan kantornya di kota suci Najaf.
Milisi itu sejak Minggu digempur pasukan AS dan Irak di Kota Sadr, pangkalan ulama tersebut di Baghdad timur, dalam pertempuran sporadis tetapi seru yang menewaskan lebih dari 40 orang dan mencederai belasan orang lagi.
Seorang pejabat keamanan Irak mengatakan Kota Sadr tenang, Rabu, kendati suara tembakan terdengar secara sporadis.
Tembakan peluru mortir terdengar di mana-mana di ibukota itu tetapi tidak merenggut korban luka serius, tambahnya. (*/cax)