< >

Pakar HAM PBB Desak China Buka Tibet Bagi Pengamat

Kamis, 10 April 2008 22:19
Kapanlagi.com - Satu kelompok pakar hak asasi manusia PBB Kamis menyampaikan keprihatinan mereka terhadap tindakan keras China di Tibet serta minta agar wartawan dan pengamat independen diberi akses penuh ke wilayah itu.

Para pakar itu "minta pengendalian diri dan tanpa kekerasan oleh semua pihak, akses yang lebih besar dan tak dikekang ke wilayah yang memprihatinkan wartawan dan pengamat independen itu, serta penerapan penuh standar internasional dalam hal perlakuan terhadap pengunjuk rasa," mereka mengatakan dalam satu pernyataan.

Pemimpin Tibet di pengasingan mengatakan tindakan keras belum lama ini di wilayah Himalaya itu telah menyebabkan lebih dari 150 orang tewas tapi China membantah peryataan tersebut. Beijing mengatakan "perusuh" Tibet yang tewas 20 orang.

Para pakar PBB itu, termasuk pelapor khusus mengenai penganiayaan Manfred Nowak, mengatakan mereka "sangat diprihatinkan oleh laporan mengenai penembakan pasukan keamanan terhadap pengunjuk rasa dan yang diduga pembunuhan".

Mereka juga mengatakan mereka telah menerima laporan bahwa lebih dari 570 rahib Tibet, termasuk sejumlah anak, telah ditangkap pada 28-29 Maret setelah serangan di biara di daerah Ngaba dan Dzoge di Tibet.

Beberapa dari mereka yang ditahan diduga telah mengambil bagian dalam unjuk rasa atau berkomunikasi dengan orang Tibet di pengasingan.

Para pakar itu minta pada China untuk "memenuhi benar-benar komitmennya terhadap kebebasan berekspresi dan majelis, serta untuk membedakan antara pengunjuk rasa damai dan orang yang melakukan aksi kekerasan".

Pemerintah China hendaknya memberikan rincian mengenai semua orang yang ditahan, termasuk nama mereka, tuduhan terhadap mereka dan tempat mereka ditahan, serta menjamin semua tahanan memiliki akses ke pengacara, kata para pakar itu. (kpl/dar)