"Selama forum berlangsung, daerah yang berpartisipasi diundang untuk mempresentasikan proyek yang siap digarap dengan nilai sekurang-kurangnya US$50 juta per daerah pada calon investor domestik dan luar negeri," kata Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Irman Gusman yang juga ketua panitia IRIF 2008, di Jakarta, Kamis.
Menurut dia, peluang investasi yang ditawarkan mencakup lima sektor industri yaitu agribisnis, perkebunan dan biofuel; infrastruktur; pertambangan dan energi; minyak dan gas; serta properti dan pariwisata.
Gubernur Riau, Rusli Zainal mengatakan, akan kembali menawarkan berbagai proyek investasi senilai Rp5 triliun yang pernah ditawarkan pada Riau Investment Summit 2007.
Proyek tersebut antara lain pembangunan jalan tol Dumai-Pekanbaru sepanjang 125 km, pembangunan jalur kereta listrik dari Dumai-Duri-Rantau Prapat sepanjang 246 km, pembangkit listrik tenaga gas alam 2x 50 MW dan pembangkit listrik tenaga batubara 2 x 100 MW, relokasi bandara Sultan Syarif Kasim hingga pembangunan pabrik pengolahan nanas dan peternakan sapi.
Pemda Riau juga menawarkan proyek pembangunan daerah tujuan wisata Danau Rumbai dan Pulau Rupat.
"Proyek infrastruktur rel kereta api itu penting untuk transportasi dari perkebunan ke pelabuhan Dumai," ujarnya.
Pada 2010, produksi CPO Riau diperkirakan mencapai 489ribu ton per tahun atau 2.194 ton per hari, produksi karet sebanyak 53 ribu ton per tahun (169 ton per hari).
"Kami sedang membangun pelayanan investasi terpadu untuk mempermudah prosedur pelayanan bagi investor," ujarnya.
Forum promosi investasi daerah itu diperkirakan akan dihadiri sekitar 1000 pengusaha terkemuka dan pengusaha dari Indonesia, Asia, Eropa, serta Amerika Serikat. (*/lin)