Kasus harimau menerkam warga di Seluma sudah beberapa kali terjadi sejak beberapa bulan terakhir yang mengakibatkan korban tewas dan luka-luka akibat cakaran hewan buas namun dilindungi itu.
Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu Edy Stiyarto saat dikonfirmasi, Jumat, membenarkan telah menerima laporan adanya harimau yang menerkam Nurhayati, warga Desa Fajar Bulan, Kecamatan Seginim Bengkulu Selatan yang terjadi pada Kamis (10/4) sekitar pukul 08:20 WIB.
"Kejadiannya berada di wilayah Kabupaten Seluma, kita sudah menurunkan tim ke lokasi," katanya.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun, kejadian tersebut berawal saat Nurhayati yang membuka kebun di Desa Cawang, Kecamatan Lubuk Sandi, Seluma, akan pergi ke tempat hajatan bersama seorang temannya yang juga perempuan.
Saat di perjalanan sekitar 50 meter dari lokasi hajatan, tiba-tiba muncul seekor harimau dan langsung menerkam korban, ibu beranak tiga ini langsung terduduk dan menjerit histeris minta tolong.
Warga yang mendengar langsung berhamburan memberi pertolongan, namun ketika tiba, satwa buas itu sudah lari, sementara korban mengalami luka robek di betis akibat cakaran dan mengeluarkan darah cukup banyak.
Edy Stiyarto menjelaskan, Kabupaten Seluma merupakan salah satu habitat harimau Sumatera, di daerah itu seringkali muncul harimau yang membuat warga ketakutan dan trauma.
Bahkan beberapa waktu lalu sudah ada warga setempat yang tewas dan luka parah akibat terkaman harimau. Hewan itu juga sempat menerkam tiga ekor sapi milik warga Seluma.
Keluarnya harimau dari hutan dan masuk ke permukiman penduduk antara lain karena habitatnya (hutan) sudah terganggu, sebagian telah berubah menjadi kebun kopi dan kelapa sawit.
Ia menjelaskan, tim BKSDA, selain akan menangkap menggunakan kerangkeng juga berupaya akan menggiring harimau agar kembali ke hutan.
Edy mengingatkan warga, terutama yang tinggal di sekitar hutan agar waspada terhadap gangguan harimau, apalagi akhir-akhir ini hewan itu sering muncul bahkan berani masuk ke permukiman penduduk. (kpl/rit)