Pada akhir Maret, Komisi Tinggi untuk HAM PBB, Louise Arbour meminta penguasa China untuk diizinkan mengunjungi Tibet setelah aksi penumpasan Beijing terhadap para pemrotes di wilayah otonomi itu pada awal bulan ini.
Namun China mengirimkan balasan menolak permintaan tersebut, seraya mengatakan bahwa waktunya tidak tepat, kata jurubicara itu.
Arbour telah mengatakan kepada China bahwa dia ingin mengunjungi Tibet secepat mungkin dalam rangka menyaksikan situasi HAM di sana, kata jurubicara itu. (kpl/dar)