Kemenangan ini melapangkan langkah Jakarta BNI Taplus untuk lolos ke babak final four dengan menyisakan dua pertandingan melawan Jakarta P2B Sananta (12/4) dan Bantul Yuso Tomkins (20/4).
Sementara tim pendatang baru Pemkab Jember harus memenangkan dua laga sisa melawan Surabaya Samator (13/4) dan Bantul Yuso Tomkins (18/4) untuk bisa menembus babak empat besar.
"Anak-anak sudah bermain bagus pada set pertama, tapi justru bermain ceroboh dan banyak membuat kesalahan sendiri di set berikutnya," kata Manajer Pemkab Jember, Widi Prasetyo usai pertandingan.
Pertandingan Jakarta BNI melawan Pemkab Jember berlangsung cukup sengit, karena kedua tim sama-sama mengejar kemenangan untuk menuju final four.
Tuan rumah yang mendapat dukungan sekitar 3.000 suporternya, tampil menekan dengan permainan cepat untuk menang mudah 25-15.
Tapi Jakarta BNI yang dimotori "setter" Loudry Maspaitella mampu bangkit di set kedua, setelah banyak kesalahan passing receive dilakukan pemain Pemkab Jember. BNI Taplus berbalik menang telak 25-12 dan mengubah skor 1-1.
Permainan mengesankan yang ditampilkan Loudry Maspaitella dkk masih berlanjut pada set ketiga. Meski terus mendapat tekanan dari suporter tuan rumah, Jakarta BNI terus melaju untuk menang 25-21.
Tertinggal 1-2 membuat anak-anak Pemkab Jember kehilangan konsentrasi permainan. Sejumlah kesalahan dan tidak solidnya pertahanan, memudahkan Jakarta BNI untuk menekan dan mengungguli mereka.
"Sebenarnya kedua tim baru bertarung sesungguhnya pada set ketiga dan keempat. Banyaknya kesalahan yang dilakukan lawan, membuat kami lebih leluasa menekan," ucap Kapten Jakarta BNI Taplus, Loudry Maspaitella.
Mantan pemain timnas ini mengakui timnya sempat terkejut dengan permainan cepat yang dimainkan Pemkab Jember pada set awal.
"Mereka bermain penuh percaya diri di depan suporternya, sementara kami belum menemukan irama permainan. Tapi begitu banyak membuat kesalahan, mereka malah makin tertekan sendiri," katanya.
Loudry sendiri mengaku tidak terlalu puas dengan penampilan rekan-rekannya, karena masih belum maksimal. "Saat latihan, teman-teman bisa main bagus, tapi begitu bertanding, permainan justru menurun," tambahnya. (*/cax)