"Ini pesan Presiden kepada saya saat menghadap beliau di Jakarta, Kamis, (10/4) terkait pelantikan saya sebagai Gubernur dan Wagub Sulsel, Agus Arifin Nu`mang , saat pelantikan kami berdua oleh Mendagri (Mardiyanto, red)telah dilaksanakan pada Selasa (8/4)," kata Gubernur Syahrul Yasin Limpo di kabupaten Gowa, Sulsel, Sabtu.
Jumlah warga miskin di provinsi berpenduduk sekitar 7,4 juta jiwa ini tahun lalu tercatat 594.938 kepala keluarga dan pengangguran mencapai 235.684 orang.
Di sela-sela sambutan Gubernur pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Desa Karebasse, Kecamatan Bontonompo, Gowa (kampung ayah Syahrul), mantan Wakil Gubernur Sulsel periode 2003-2008 mendampingi mantan Gubernur HM. Amin Syam, menambahkan, Presiden mengharapkan penanganan kemiskinan di provinsi lumbung pangan ini ditangani dengan baik sehingga jumlahnya bisa berkurang setiap tahun.
Salah satu upaya ke arah itu yakni memberdayakan warga miskin menjadi produktif dengan memberi keterampilan usaha di berbagai bidang sesuai bakatnya termasuk modal untuk usahanya yang digeluti.
Sedangkan bagi penganggur karena belum mendapatkan pekerjaan juga akan diarahkan menciptakan lapangan kerja yang diawali dengan memberi keterampilan, modal dan pembinaan dari instansi terkait.
"Kalau yang putus sekolah karena tidak ada biaya orang tuanya akan disekolahkan mulai dari SD, SLTP dan SMU/SMK termasuk anak keluarga miskin dengan biaya pemerintah," ujar Gubernur,`
Ia menambahkan, yang miskin dan pengangguran diberi ilmu supaya tidak miskin dan yang menganggur diberi keterampilan usaha dan modal untuk menciptakan lapangan kerja.
Jika mereka sudah memiliki ilmu dan keterampilan usaha secara berkesinambungan maha hal itu akan meningkatkan status mereka menjadi orang yang berilmu dan pendapatan keluarganya akan bertambah.
"Anak keluarga miskin yang punya ilmu tentu pikirannya sehat dan tidak gampang sakit sebab mereka sudah mendapatkan pengetahuan tentang bagaimana menjaga lingkungan yang baik dan tidak mudah terserang penyakit," ujarnya dan menambahkan, anak tukang becak yang punya ilmu tidak akan mengikuti pekerjaan orang tuanya.
Hanya saja, kata Gubernur Syahrul Yasin Limpo, walikota/bupati dan instansi terkait di daerah ini juga harus serius menangani permasalahan supaya angka kemiskinan dan pengangguran dapat diatasi dan dikurangi setiap tahun.
Sebab, Nabi Muhammad SAW juga berpesan pada umatnya bahwa jika ingin melihat rakyat sejahtera dan keluar dari belenggu kemiskinan maka perbaiki ilmunya termasuk pengangguran diberi keterampilan usaha agar tidak menjadi beban pemerintah, ujarnya menambahkan.
Gubernur mengingatkan komitmen pendidikan dan kesehatan gratis yang merupakan program prioritasnya akan dijabarkan dalam waktu dekat ini agar semua anak tidak mampu dapat bersekolah mulai tingkat SD sampai SMU/SMK serta mendekatkan pelayanan kesehatan gratis kepada rakyat miskin.
"Saya dan Wagub Sulsel Agus Arifin Nu`mang berkewajiban membantu warga miskin di sektor ini sebab hal itu merupakan hak rakyat yang harus dinikmati bagi anak dan keluarganya supaya masa depan mereka lebih baik dari sekarang," katanya menambahkan. (*/erl)