Bom Meledak di Masjid Iran, Delapan Tewas
Kapanlagi.com - Satu bom meledak di sebuah masjid di Iran selatan, Sabtu, dan menewaskan paling tidak delapan orang serta melukai lebih dari 60 lainnya, ungkap media Iran. Ambulans bergegas menuju lokasi ledakan di daerah padat di kota Shiraz, ungkap televisi pemerintah."Korban tewas sudah mencapai delapan dan sekitar 66 lainnya cedera," ungkap kantor berita setengah resmi, Fars, mengutip pernyataan polisi. Fars, mengutip seorang polisi yang namanya tidak disebutkan, memperkirakan korban meninggal akan bertambah karena beberapa korban cedera berada dalam kondisi kritis. Kantor berita resmi, IRNA, mengatakan bom itu meledak saat seorang ulama setempat berceramah di masjid Shohada di Shiraz. Pejabat setempat belum dapat dihubungi untuk dimintai komentar mengenai ledakan tersebut.Keamanan di Iran biasa berlangsung secara ketat dan serangan bom jarang terjadi pada tahun-tahun terakhir ini. Namun, pada tahun 2005 dan 2006, beberapa orang tewas akibat rangkaian ledakan di kota Ahvaz, Iran barat-daya. Selain itu terdapat 65 laki-laki yang ditangkap pada bulan Februari tahun ini dengan tuduhan berada di balik pemboman yang menewaskan para anggota Pengawal Revolusi di suatu provinsi di Iran tenggara. Reuters mencatat beberapa ledakan bom besar di Iran antara lain yang terjadi pada 30 Agustus 1981. Ketika itu Presiden Mohammed Ali Rajai dan Perdana Menteri Mohammed Javad Bahonar tewas dalam ledakan di kantor perdana menteri di Teheran. Pada 20 Juni 1994 satu bom meledak di aula utama tempat penghormatan Imam Reza di kota Mashhad dan menewaskan 26 orang. Pada 12 Juni 2005 terjadi serangkaian serangan bom di Ahvaz maupun di Teheran sehingga sembilan tewas. Pada 15 Oktober tahun yang sama, dua ledakan kembar terjadi di luar mal belanja di Ahvaz sehingga mengakibatkan enam tewas. Pada 24 Januari 2006 delapan orang tewas akibat ledakan bom di sebuah bank dan bangunan pemerintah di Ahvaz. Pada 14 Februari 2007 satu ledakan menimpa bus milik Pengawal Revolusi di kota Zaheda dan menewaskan 11 anggota staf Pengawal Revolusi serta melukai 31 lainnya. (*/erl) |