"Pemerintah Kanada telah melakukan tindakan guna melindungi keselamatan dan kehidupan pemburu anjing laut Kanada dengan menaiki dan menyita Farley Mowat untuk menangkap kaptennya dan perwira kepala atas dugaan pelanggaran Peraturan Mamalia Kelautan Kanada," kata Menteri Perikanan Loyola Hearn.
Pemilik kapal Farley Mowat itu, "Sea Shepherd Conservation Society", membantah dan mengatakan kapal tersebut telah "diserang" oleh dua kapal pemecah es penjaga pantai sewaktu berada di perairan internasional di teluk Saint Lawrence. "Ini adalah tindakan perang," kata pendiri perhimpunan tersebut Paul Watson.
"Pemerintah Kanada baru saja mengirim satuan bersenjata pemeriksa kapal ke atas yacht yang memiliki daftar Belanga di perairan internasional dan telah menyita kapal tersebut," katanya.
Namun Hearn mengatakan dalam suatu taklimat bahwa kapal itu ditangkap di "perairan di dalam Kanada", dan ia menuduh organisasi pimpinan Waktson menjadi "gerombolan manipulator pengeduk uang" dengan maksud mengumpulkan uang dari donor.
Watson mengatakan misi kapal tersebut ialah untuk menghimpun bukti mengenai kekejaman pemburu anjing laut guna mendukung mosi Eropa untuk melarang produk anjing laut.
"Menteri Perikanan dan Kelautan baru saja menyerahkan kepada kami kemenangan yang kami cari," katanya. "Negara Eropa takkan terlalu senang dengan tindakan ini," katanya.
Penangkapan Farley Mowat dilakukan setelah serangkaian gesekan antara pemburu anjing laut, penjaga pantai dan pemrotes anti-perburuan.
Pada 30 Maret, kapal Sea Shepherd bertabrakkan dengan satu kapal pemecah es penjaga pantai di Teluk St. Lawrence, dan meskipun tak ada laporan mengenai kerusakan, Alex Cornelissen, Kapten Farley Mowat, mengatakan dalam suatu pernyataan kapalnya "dua kali ditabrak" setelah tak mengacuhkan peringatan agar tak mendekati pemburu anjing laut.
Belakangan beberapa nelayan yang bersimpatik pada pemburu anjing laut memotong tali penambat kapal itu sewaktu Farley Mowat melego sauh di pulau kecil Perancis, Saint-Pierre, dan Miquelon di lepas pantai timur Kanada.
Perburuan tahunan anjing laut, yang dimulai 28 Maret di Teluk Saint Lawrence, seringkali ditandai oleh bentrokan antara pemerontah hak asasi hewan dan pemburu serta pemerintah Kanada.
Pemerintah Kanada pekan lalu melancarkan aksi hukum terhadap Cornelissen, dan menuduh dia berada terlalu dekat dengan pemburu anjing laut serta menghalangi pekerjaan penjaga pantai.
Pembantunya, Peter Hammarstedt, juga menghadapi dakwaan dan Hearn mengatakan kedua orang itu menghadapi resiko denda sebesar US$ 100.000 dan enam bulan penjara.
Watson membuat marah banyak orang awal bulan ini, ketika ia mengatakan kematian empat pemburu Kanada di laut dalam suatu kecelakaan pada hari kedua perburuan tak sehebat tragedi yang menewaskan bayi anjing laut.
Sementara itu Kementerian Perikanan menyatakan jumlah kapal yang ikut dalam dua pekan pertama perburuan turun drastis dibandingkan dengan peserta pada tahun-tahun sebelumnya, kendati ada peningkatan kuota yang ditetapkan bagi perburuan tersebut jadi 275.000 anjing laut dari jumlah tahun sebelumnya, 270.000 anjing laut. Menurut media lokal, penurunan jumlah pemburu terjadi akibat kenaikan harga minyak dan turunnya harga kulit anjing laut.
Namun penentang perburuan itu mengatakan itu terjadi akibat protes mereka. "Upaya kami untuk menutup pasar (produk anjing laut) di seluruh dunia jelas memiliki dampak," kata Rebecca Aldworth dari "Humane Society". (*/erl)